Harapan Membuat Manusia Mampu Hidup Menderita
Cari Berita

Advertisement

Harapan Membuat Manusia Mampu Hidup Menderita

Kamis, 19 Juli 2018

Foto : Penulis
Indikatorbima.com - Orang yang putus harapan atau lazim di sebutkan putus asa dapat di katakan sudah mati sebelum kematian yang sesungguhnya menjemput. Karena orang yang putus asa sudah tidak lagi mau berusaha. Satu-satunya keinginanya adalah agar penderitaannya segera berakhir, yakni sebuah kematian.

Sesungguhnya setiap orang perpeluang untuk mengubah hidupnya agar menjadi lebih baik. Tidak peduli dari suku bangsa mana dan apapun latar belakang kehidupanya.

Masalahnya adalah tergantung pada pribadi masing- masing, yakni adakah keinginanya untuk mengubah nasibnya atau tidak.

Melakukan suatu perubahan memerlukan suatu keberanian. Berani menganbil resiko. Ibarat sekeping mata uang, yang selalu memiliki dua sisi, demikian juga setiap perubahan menghadirkan dua hal, yaitu harapan dan resiko.

Hasra hati untuk meraih cita-citanya membuat orang mampu bertahan untuk hidup dalam kemiskinan dan penderitaan. Kerinduan untuk menjadikan cita-cita atau impian, menjadikan seseorang tabah dalam menghadapi segala masalah kehidupan. Karena memiliki keyakinan, bahwa suatu waktu impianya akan menjadi kenyataan.

Tetapi antara cita-cita dan terwujudnya harapan tersebut menjadi kenyataan,terdapat jarak atau rentang waktu,yang terkadang bisa singkat,bisa juga memakan waktu yang panjang.Tergantung seberapa besar hasrat hati dan usaha untuk merealisasikannya. Salah satu hal yang paling berat di rasakan adalah dalam saat saat hidup sedang dalam kondisi terpuruk.Dimana waktu serasa berhenti berputar.

Hari demi hari dijalanin dengan memikul beban lahir dan batin.Hal ini bertolak belakang,bila kita dalam keadaan ceria dan gembira,dimana waktu serasa bergerak terlalu cepat.Memang cuman rasa,tapi manusia yang waras,tak akan luput dari pada merasakan jalannya hidup ini.

Demi Sebuah Harapan Manusia Mampu Bertahan

Dalam sebuah harapan terkandung unsur keyakinan.Yakin kepada Tuhan, yakin kepada diri sendiri. Yang sedang menderita sakit, yakin ia akan sembuh, yang masih hidup dalam kemiskinan dan kemelaratan, yakin, bahwa segala penderitaannya suatu waktu akan berakhir dan hidupnya berubah. Karena memiliki harapan, orang mampu menahan rasa sakit, penderitaan, hinaan dan sebagainya, karena yakin suatu waktu harapannya akan jadi kenyataan. Namun antara kenyakinan dan terwujudnya suatu harapan, masih ada jurang yang harus diseberangi. Bisa singkat, bisa panjang atau bisa juga tidak pernah sampai seberang sana.

Disinilah manusia diuji oleh alam, diuji keyakinannya, diuji kesabaran dan ketabahannya dalam masa penantian yang tidak pasti. Karena di dunia ini tidak ada yang pasti, kecuali satu, yaitu bahwa setiap manusia yang dilahirkan akhirnya akan kembali kepada sang penciptan.

Tidak peduli dari manapun asalnya, kaya raya ataupun miskin, suatu waktu semuanya akan kembali kepada sang pencipta. Tidak jarak harapan demi harapan berguguran karena berbagai sebab. Ketika harapannya tidak terkabul, maka disinilah orang merasakan resiko dari kegagalanya. Padahal kegagalan adalah bagian dari perjalanan menujuh perbaikan nasib. Orang tidak mungkin dapat meraih kesuksesan bila takut kegagalan.

Sikap Mental Menentukan Jalan Hidup

Hal ini amat tergantung pada mental seseorang. Sikap mental menentukan siapa kita sebenarnya. Orang sukses, bukanlah orang orang yang menyandang banyak gelar. Melainkan orang orang biasa yang memiliki mental luar biasa, bila kita sungguh sungguh ingin mengubah nasib, maka mulailah dengan nengubah cara berpikir.

Merombak cara berpikir dari negatif menjadi positif akan mengubah sikap mental. Dengan mengubah sikap mental, maka langsung atau tidak langsung akan membawa perubahan yang amat mendasar dalam diri kita,yang akan tercetus dalam cara berpikir dan bertindak seseorang.

Kita terlalu sibuk menjalanin rutinitas hidup, sehingga tidak jarang lupa akan tujuan hidup kita yang sesungguhnya. Padahal kalau kita mau meluangkan waktu untuk diri kita sendiri, maka dalam kalimat singkat tersebut terkandung konsep pemprograman pikiran atau lazim di sebut dengan istilah "mundser" yang merupakan password atau kata kunci dalam mengubah basib kita.

Mengubah sikap mental sangat mudah di ucapkan tapi tentunya tidak semudah itu dalam mempraktikkanya.Tidak mudah bukan berarti tidak bisa Setiap perubahan menghantarkan kita pada dua sisi kehidupan: sukses atau gagal. Namun kegagalan terbesar dalam hidup manusia adalah tidak berani mengambil resiko.

Karena itu perlu di pahamin, bahwa untuk segala sesuatu yang ingin dicapai selalu ada harga yang harus di bayar. Baik dalam bentuk kerja keras, pengorbanan perasaan, maupun kegagalan kegagalan. Oleh karna itu untuk meraih sebuah cita cita atau impian, maka setiap orang harus siap untuk menerima kegagalan. Karena kegagalan jambatan untuk sampai kepada tujuan yang ingin kita capai.

Penulis : M. Amin