Soal Penyegelan Kantor Desa dan Krisis Air Bersih, ini Klarifikasi Kades Sangiang
Cari Berita

Advertisement

Soal Penyegelan Kantor Desa dan Krisis Air Bersih, ini Klarifikasi Kades Sangiang

Selasa, 12 Juni 2018

Foto : Penyegelan kantor desa Sangiang oleh sejumlah pemuda dan masyarakat desa Sangiang.
Indikatorbima.com - Aksi penyegelan kantor pemerintah Desa Sangiang, kecamatan Wera, kabupaten Bima oleh puluhan pemuda dan masyarakat karena kecewa dengan kinerja pemerintah desa dalam mengatasi krisis air bersih tadi pagi sekitar pukul 09.00 WITA ditanggapi serius oleh M. Saleh kepala desa Sangiang, Selasa (12/06/18)

"Bersyukur supaya ada perhatian semua," kata M. Saleh kepala desa Sangiang kepada Indikator saat dikonfirmasi melalui telpon.

Baca : Kantor Desa Sangiang Disegel Puluhan Pemuda dan Masyarakat

"Saya berjanji pada pemuda dan masyarakat untuk menyelesaikan krisis air bersih dalam waktu dua hari," lanjutnya.

Lebih lanjut M. Saleh mengungkapkan, bahwa krisis air bersih diesabkan oleh kendala dana, iuran dari masyarakat tidak lancar sehingga ongkos untuk pengadaan air bersih tidak mencukupi.

"Kendala yang kita hadapi selama ini minim pemasukan dari masyarakat, jadi sangat minim," terangnya.

M. Saleh menjelaskan bahwa pengeluaran pengadaan air bersih disetiap bulannya menghabiskan biaya sekitar 3 juta lebih, mulai dari gaji operator, biaya sewa tanah, biaya operasional dan lain-lain. Sementara iura masyarakat sangat minim.

"Gaji operator itu 1 juta lebih, bayar tanah 500 rb, kemudian solar itu dalam satu bulan bisa 4 jirigen biayanya 500 rb ke atas. pemasukan masyarakat kurang dari itu," jelasnya. 

Akibat minimnya iuran dari masyarakat, tidak jarang kepala desa Sangiang menyisihkan gaji pribadinya untuk mencukupi ongkos pengadaan air bersih, dirinya harus mengutang kepada orang-orang bahkan di kios-kios atas nama pribadi.

"Terus terang saja, saya ini kadang-kadang kiri-kanan mengutang uang ke orang ketika tidak bertepatan dengan gaji saya untuk bayar itu. bahkan di kios-kios banyak tunggakan hutang. termasuk tunggakan gaji operator pun masih ada," jelasnya M. Saleh.

"Tapi, Alhamdulillah sudah ada anggaran sebesar 240 juta dari desa untuk tahun ini, tapi belum cair," tutupnya.

Baca juga : Kantor Pemdes Disegel, Sekdes: Tinggal Dibuka Lagi Segelnya, Beres Kan?

Sementara itu, koordinator aksi pemuda dan masyarakat, Sahrul mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan aksi besar-besaran lagi jika pemerintah desa Sangiang tidak menyelesaikan permasalahan krisis air bersih dalam waktu dua hari sebagaimana yang dijanjikan oleh kades.

"Kami bersama masyarakat akan melakukan aksi lanjutan jika dalam waktu yang dijanjikan tidak dipenuhi," ungkapnya.

"Kantor yang disegel itu tidak boleh dibuka sebelum permasalahan air bersih ini diselesaikan," tegasnya.

Reporter : Furkan AS
Editor     : Fuad D fu