Kisah Razan Al Najjar Mirip Dengan Kisah Rufaidah
Cari Berita

Advertisement

Kisah Razan Al Najjar Mirip Dengan Kisah Rufaidah

Rabu, 06 Juni 2018

Razan Al Nazar (foto : Brilio).
Indikatorntb.com - Teringat kisah seorang perawat pertama dalam sejarah umat manusia. Bahwa, sekitar 1400 tahun yang lalu ternyata telah hidup seorang perawat muslimah yang mendedikasikan hidupnya untuk memberikan sentuhan-sentuhan kemanusian dalam dunia kesehatan. Dia hidup pada zaman Rasulullah saw.

Pada jaman itu, hidup seorang wanita berhati mulia yang bernama lengkap Rufaidah binti Sa’ad Bani Aslam al-Khazraj. Namun ia lebih dikenal dengan (Rufaidah al-Aslamiyyah). Kata “Al-Aslamiyyah” adalah nisbat kepada marga dimana ia dilahirkan yaitu, Aslam, salah satu klan dari suku Khazraj di Madinah. Dan Rufaidah hidup pada masa abad pertama Hijriyah atau abad ke-8 Masehi, dia juga digambarkan sebagai perawat pemberani, teladan, baik dan bersifat empati. Ia juga seorang pemimpin, organisatoris, mampu mengerahkan dan memotivasi orang lain.

Selain itu, ia memiliki pengalaman klinis yang dapat diajarkan kepada perawat lain, yang dilatih dan bekerja dengannya. Salah satunya dia pernah berjuang bersama Rasulullah saw dalam Perang Badar, Uhud, Khandaq, dan Khaibar, disanalah Rufaidah menjadi perawat pertama yg sekaligus berada di barisan tentara islam bersama Rasulullah saw. sungguh kisah perjuangan yang sangat mulia yang patut kita contoh..

Kisah itu mirip dengan, kisah Razan Al Najjar seorang perawat pemberani yang mendedikasikan hidupnya hanya untuk kemanusiaan di Palestina. Seorang gadis Palestina berusia 21 tahun yang sehari-hari bekerja sebagai perawat. Dia adalah seorang relawan yang bertugas menolong para demonstran pejuang kemerdekaan Palestina yang terluka.

Di tengah desingan peluru dan riuhnya konflik antara para demonstran Palestina yang menyuarakan ketidakadilan di tanah Palestina terhadap bangsa Israel Razan dan para team relawan kesehatan selalu berada di tengah tengah mereka.

Di usia yang masih muda belia dia curahkan seluruh hidupnya untuk mengabdi pada misi kemanusiaan dan memberikan pertolongan kepada para korban yang terluka ataupun yang meninggal dunia.

Tugasnya lebih utama berada di medan pertempuran ketimbang berada di rumah sakit. Karena dengan demikian dapat memberikan pertolongan lebih cepat bagi para korban. Razan tewas pada hari jumat 1 Juni 2018 ketika terjadi demonstrasi besar. Razan sedang bertugas bersama tim relawan di tengah-tengah konflik yang memanas antara para demonstran dan tentara Israel. Banyak sudah yang terluka akibat insiden itu bahkan adapula yang meninggal dunia.

Selagi Razan menolong salah seorang demonstran yang terluka di pinggir jalur Gaza tanpa ia ketahui seorang sniper tentara Israel membidikkan senjata kearahnya tepat mengenai dada perawat cantik itu dan Razan Al Najjar pun tewas. Pada hari jumat 1 Juni 2018 itu pula menjadi hari terakhir bagi relawan Palestina ini untuk bertugas sebagai perawat dan misi kemanusiaan yang ia geluti. Dengan tragedi yang menimpa Razan Al Najjar telah menoreh kan luka yang mendalam bagi keluarga, sahabat dan bangsa Palestina.

Misi dan mengemban amanah kemanusiaan telah mengorbankan dirinya sebagai syuhada di tanah tercinta Palestina. Selamat jalan sang pejuang (Rufaidah) semoga Allah menempatkan surga untukmu bersama Rufaidah-Rufaidah yang dulu syahid di membela agama Allah. Amien.

Penulis : Coidacek