Hukum Mengirim Doa Lewat WA dan Semacamnya
Cari Berita

Advertisement

Hukum Mengirim Doa Lewat WA dan Semacamnya

Sabtu, 23 Juni 2018

Iluatrasi (foto : Dream)
Indikatorbima.com - Malaikat pencatat amal harus kembali merekonstruksi tentang konsep dan rumusan catatan amal. Kapan seorang hamba diberi nilai dua karena mengerjakan amal saleh dan kapan diberi point satu untuk perbuatan buruknya.

Orang tua dan para leluhur kita bersusah payah meyakinkan kepada para malaikat tentang kesungguhan dan keyakinan agar doa di ijabah dan amal dicatat. Ayam dipotong, kambing disembelih, tetangga dikumpulkan, ulama dan kyai diundang untuk memanjatkan doa.

Semua dilakukan sebagai bentuk dan ekspresi bahwa kita bersungguh-sungguh sebab kita yakin Allah tidak bakal mengijabah doa pada hati yang lalai. Rasulullah saw bersabda : "Berdoalah kepada Allah dalam keadaan yakin akan dikabulkan, dan ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai.”

Belum ada kajian khusus apakah berkirim doa atau ucapan selamat lainnya lewat wa, mms, telegram pahalanya sampai kepada seorang yang dituju. Apakah doa lewat tulisan dengan cara touch (menyentuh layar scrins) sudah dianggap memenuhi persyaratan yang ditetapkan syar'i.

Belum lagi berbagai soal mengemuka. Apakah doa kopas yang dikirim via wa, telegram, massanger juga dinilai setara dengan doa yang dilakukan secara manual dan dianggap juga sebuah ibadah yang berpahala sama. Apakah grup wa itu dianggap sama dengan Halaqah atau Majlis, sebagai cara berkumpul di era modernitas.

Dunia telah berubah. Konstruksi fiqh juga mengalami banyak re-definisi. Para ulama ditagih cekatan menangkap perubahan dan aspirasi yang berkembang agar agama tak kehilangan legitimasi, karena ditinggal para pemeluknya. Tantangan besar bagi agamawan dan para ulama untuk cerdas menangkap tanda-tanda jaman. Wallahu a'lam

Penulis : @nurbaniyusuf
Komunitas Padhang Makhsyar