Harga Bawang Merah Anjlok Petani di Lambu Gudangkan Hasil Panen
Cari Berita

Advertisement

Harga Bawang Merah Anjlok Petani di Lambu Gudangkan Hasil Panen

Minggu, 03 Juni 2018

Foto : Irfan Alwi (26), salah satu petani bawang merah di so Papa desa sumi, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima.
Indikatorbima.com - Petani bawang merah di So Papa desa Sumi, kecamata Lambu, Kabupaten Bima mulai khawatir dengan anjloknya harga bawang. Harga bawang merah saat ini dinilai tidak sebanding dengan biaya produksi, Minggu (03/06/18).

"Turunnya mulai dari akhir Mei kemarin. Harga jual bawang merah di tingkat petani di So Papa anjlok dan sempat menyentuh angka Rp.800.000/kg," terang Irfan Alwi (26), salah satu petani di so Papa desa sumi kepada Indikator Bima.

Pada pertengahan bulan Mei, Harga bawang merah sempat mengalami kenaikan dari Rp 1.800.000/100kg menjadi Rp.2.200.000. Namun, pada akhir Mei kemarin harga bawang tiba-tiba anjlok hingga 50 persen.

"Anjloknya harga panen hingga 50 persen, kami petani so Papa sudah jelas Rugi besar," ujar Irfan.

Akibat turunnya harga bawang merah tersebut, petani di So papa Desa Sumi berpikir kedua kali jika ingin menjual hasil panen. Bahkan mereka berencana untuk menggudangkan hasil panen mereka hingga harga kembali normal.

"Kami beralasan, hasil penjualan tidak menutup biaya produksi. Kami akan melepas hasil panen paling banyak 50 persen untuk membayar biaya tenaga dan obat-obatan jika harga panen benar-benar tidak normal," tegas Irfan.

"Karena turunnya harga bawang, kami akan melakukan tunda jual. Setelah panen, kami akan Gantung di langit langit rumah," lamjutnya.

Sementara itu, Saifudin H. Akadir petani bawang merah lainnya mengungkapkan bahwa, biaya produksi bawang merah semakin mahal. Sebab dalam satu hari bawang harus disemprot 2 kali menggunakan pestisida.

"Dalam 3 hari kami harus membeli Obat pestisida bermacam-macam merek seharga Rp 350.000," ungkapnya.

Lanjut dia, bawang merah di Kabupaten Bima harusnya tidak mengalami yang namanya harga anjlok, sebab jika dibandingkan dengan daerah lain. Bawang merah dari Bima sangat berkualitas.

"Jika kita bandingkan dengan bawang merah di kabupaten Bima dengan bawang merah pulau jawa, Rata-rata bawang merah kabupaten Bima sangat berkualitas. Hal ini sangat mengherankan petani, kenapa bawang berkualitas bagus harganya anjlok," jelas Saifudin.

Selain itu, Saifudin H. Akadir juga mempertanyakan Keterlibatan Bulog yang di janjikan pemerintah beberapa waktu yang lalu, untuk turun tangan mengatasi anjloknya harga hingga saat ini juga belum berjalan.

"Walaupun kami mengalami kerugian. Kami harus tetap bertani. karena bawang merah ini adalah salah satu sumber pengasilan untuk menopang biaya Pendidikan kuliah anak-anak dan kebutuhan sehari hari," tutupnya dengan nada sedih.

Reporter : Safran
Editor      : Furkan AS