Diduga Menghina Bupati Dompu, Lima Orang ini Dilaporkan ke Polda NTB
Cari Berita

Advertisement

Diduga Menghina Bupati Dompu, Lima Orang ini Dilaporkan ke Polda NTB

Rabu, 06 Juni 2018

Foto : Pelapor
Indikatorbima.com - Lima orang berinisial JE, DIK, AS, HK dan AS telah dilaporkan oleh Abdullah, SH.,MH kepada POLDA NTB terkait kasus dugaan tindak pidana pencemaran nama baik dan penghinaan terhadap Bupati Dompu Drs.H. Bambang M. Yasin, Rabu (06/06/18).

"Mengviralkan, menyebarluaskan kalimat "tangkap bupati dompu" yang kemudian kata ini menggiring opini pubik seakan-akan bupati Dompu adalah DPO atau orang yang sudah divonis bersalah. Bagi saya ini merupakan cara untuk mendiskreditkan harkat dan martabat orang lain, yang menurut kami masuk kualifikasi tindak pidana penghinaan dan pencemaran nama baik," kata Abdullah kepada Indikator Bima.

Lima orang terlapor diduga melakukan tindak pidana pencemaran nama baik dan penghinaan sebagaimana yang diatur dalam ketentuan pasal 310 KUHP atau pasal 27 ayat 1, 2, dan 3 UU ITE. Melalui media sosial Facebook dan pada saat melakukan aksi demonstrasi di depan kantor DPRD Kabupaten Dompu.

"Bahwa menindaklanjuti pernyataan yang dilakukan oleh pengguna facebook terkait status dan komentarnya yang merendahkan, mencaci, memaki, menjatuhkan harkat dan martabat bupati Dompu, maka saya telah melaporkannya di POLDA NTB, tertanggal 11 April 2 orang dan tanggal 4 Juni kemarin juga kami laporkan 2 orang," ungkap Abdullah.

Menurut Abdullah, tindakan yang dilakukan oleh terlapor dengan mencoret gambar bupati dompu menyerupai drakula serta mencaci maki seseorang melakui media sosial Facebook adalah bukti permulaan yang cukup untuk melaporkan lima orang tersebut.

"Mencorat coret gambar wajah seseorang yang menyerupai hewan tertentu yakni drakula, sesungguhnya merupakan perbuatan penghinaan. Apalagi saat itu bapati masih mengenakan seragam dinas yang patut untuk dijaga kehormatannya sebagai pemimpin daerah," terangnya.

"Di FB di caci dan di maki, direndahkan harkat dan martabatnya seakan-akan orang sudah pasti bersalah, padahal saat ini statusnya baru tersangka atas perkara dugaan tindak pidana pengangkatan honorer K2 Dompu," Lanjut Abdullah.
Foto : Screenshot postingan akun facebook terlapor yang memposting gambar bupati Dompu.
Sementara itu, terlapor berinisial AS (mahasiswa) ketika dikonfirmasi oleh reporter Indikator Bima melalui WhatsApp mengaku tidak tau bahwa dirinya telah dilaporkan oleh Abdullah terkait kasus dugaan pidana pencemaran nama baik dan penghinaan.

"Terkait masalah apa ya. Kalo boleh tahu?," tanya AS saat dikonfirmasi.

"Sejak kapan dilaporkannya? Saya baru dengar," lanjutnya bertanya.

Namun begitu, AS mengaku pernah mendengar isu bahwa kasus pelaporan itu beredar. AS menanggapi dengan santai terkait laporan dugaan tindak pidana pencemaran nama baik dan penghinaan yang melibatkan dirinya itu.

"Owh iya. Saya dengar begitu, isu ini sudah lama beredar," katanya.

"Silahkan mereka melaporkan nama saya terkait hal itu, jika mereka cukup bukti," tutupnya.

Reporter : Furkan AS
Editor      : Fuad D Fu