Akibat Gagal Panen, Warga di Karampi Konsumsi Umbian Beracun
Cari Berita

Advertisement

Akibat Gagal Panen, Warga di Karampi Konsumsi Umbian Beracun

Kamis, 07 Juni 2018

Foto : Beberapa warga ketika menjemur umbian lede (gadung).
Indikatorbima.com - Sebagian besar warga Desa Karampi, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima tepatnya di dusun Sorobali mengalami gagal panen. Akibatnya warga terpaksa mengambil umbian lede beracun (gadung) sebagai makanan pengganti nasi atau makanan pokok lainnya, Kamis (07/06/18).

"Akibat gagal padi, warga mengalami krisis bahan pokok," terang Abdul Latif kepala dusun Sorobali kepada Indikator Bima.

Penyebab gagal panen yang dialami oleh warga Sorobali diakibatkan oleh kemarau panjang. Tidak sedikit warga mengeluh dan mengalami krisis pangan.

Baca juga : Petani di Langgudu Gagal Panen, Pemuda Minta Pemerintah Berikan Solusi dan Langkah Antisipasi

Akibatnya warga harus mencari makanan tambahan. Sekitar 20 warga sudah menaiki gunung untuk mencari umbian lede (gadung) dan beberapa diantaranya sudah turun dan membuat umbian lede.

"Sekitar 20 warga sudah naik gunung mencari umbian, ada yang sudah turun dan mendapatkan umbian," ungkap kepala dusun Sorobali.

Lebih lanjut, kepala dusun Sorobali mengungkapkan bahwa warga di dusunnya sudah terbiasa mengkonsumsi umbian lede, namun tetap saja ada yang keracunan karena kesalahan dalam pengolahan.

"Meskin sudah tebiasa makan lede (gadung), warga tetap ada yang keracunan karena tidak mengelolahnya dengan baik, ya kita tidak punya pilihan lain karena memang tidak ada beras untuk makan," tutup kepala dusun.

Seperti yang diketahui, untuk mendapatkan umbian gadung tidaklah mudah. Warga harus bersusah payah menempuh perjalanan sejauh puluhan kilometer di atas gunung untuk mencarinya. Menurut warga, gadung bukanlah tanaman budidaya tetapi tumbuh liar di atas gunung. Tanaman jenis umbi itu juga tidak tumbuh disembarang tempat, melainkan di lokasi yang terjal.

Reporter : M. Amin
Editor      : Furkan AS