Wow! Sarangge Baca Akan Meraih 1000 Kesolehan Sosial, Apa ya ?
Cari Berita

Advertisement

Wow! Sarangge Baca Akan Meraih 1000 Kesolehan Sosial, Apa ya ?

Sabtu, 05 Mei 2018

Foto : Kebersamaan komunitas sarangge baca bersama generasi Bima.
Indikatorbima.com - Ditengah memanasnya aksi-aksi mahasiswa berbagai kampus di Bima, kini Sarangge baca akan turun dalam aksi yang bebeda, dan menjawab kegundahan anak, remaja serta pemuda Bima saat ini. Sarangge baca akan lakukan gerakan untuk meraih 1000 kesolehan sosial.

Kegiatan tersebut, dilaksanakan dalam meperingati hari pendidikan nasional dan penyambutan bulan suci ramadhan tahun 2018. Kegiatan ini pun dilaksanakan untuk menanamkan kesadaran membaca, ahlak dan menanamkan moral anak sejak dini.

Sarangge baca, dalam kegiatannya akan melakukan pembagian 1000 Al-Qur'an, iqro, buku tulis serta 1000 pulpen, untuk anak sekolah dasar TPQ dan Mesjid, yang akan dilaksanakan Rabu, (9/5) mendatang.

Sarangge baca Bima yang merupakan sebuah komunitas sebagai media yang digunakan untuk tempat belajar ini juga, akan mendorong desa pendidikan se-kabupaten Bima.

"Kami membentuk diberbagai desa perkecamatan. Namun terkendala pada bahan bacaannya," ujar Adipati salah satu anggota Sarangge Baca Sabtu, (05/05/2018).

Menurutnya, anak-anak, remaja bahkan pemuda Bima, semakin hari semakin terpengaruh oleh perkembangan zaman, sehingga anak-anak lebih kepada mengutamakan mengikuti kemajuan zaman.

Sementara kesiapan dan kesedian sumberdaya manusia, tidak pernah di perhatikan secara serius oleh berbagai kalangan terutama pemerintah. Bahkan, berdasarkan kondisi fakta anak-anak serta remaja Bima saat ini boleh dikatakan mengalami kehancuran moral dan akhlak.

Sebab menurut komunitas Sarangge baca, anak dan remaja Bima bahkan pemudanya, sudah sangat memprihatinkan. Dan perlu penanaman moral secara berkelanjutan untuk kemajuan bangsa di masa depan dan pengembagangan sumberdaya umat.

"Melalui kegiatan ini benar-benar mendorong penanaman kesadaran membaca sejak dini. Sisi lain, antara anak-anak dan orang dewasa bahkan kepada orangtuanya seakan-akan tidak ada jarak untuk saling menghormati dan saling menghargai," ungkap Adipati pemuda asal Langgudu desa Laju kepada Indikatorbima.com

Reporter : Nasrullah Syaf
Editor      : Subhan Al-Karim