Tahun Politik
Cari Berita

Advertisement

Tahun Politik

Jumat, 18 Mei 2018

Foto : Penulis
Indikatorbima.com - Istilah Tahun politik adalah istilah yang dimunculkan sebagai penanda dimana kekuasaan politik diperebutkan. Tahun dimana kita bisa menyimak berbagai cara untuk mempertahankan atau mendapatkan kekuasaan. Baik itu Pilkada serentak 2018, maupun Pileg/Pilpres 2019. Konskuensinya, munculah berbagai produk dengan berbagai istilah-istilah politik, seperti Jargon & slogan yang diperdagangkan secara terbuka oleh para "sales" politik (kader parpol/tim sukses) kepada para konsumen (Rakyat/Pemilih), tentang keunggulan produk politik masing-masing perusahaan (Parpol, Paket Kandidat).

Politik dalam kekinian, telah menyerupai sebagai sebuah Industri, yaitu; Ada Pemodal (pendana/donatur/Bandar), Perusahaan (Parpol), produk (visi misi/program), sales (aktor-aktor/tim sukses) dan pasar. Pada sisi ini semua masih berjalan normal dan alamiah.

Tetapi dalam suasana kompetitif industri Parpol seperti sekarang ini. Pemodal, melalui perusahaan bernama Parpol melakukan Promosi produk-produk unggulan mereka, dengan menggunakan para Sales dr berbagai latar belakang. Kadang yg tonjolkan dalam perebutan pasae adalah dengan cara memperdebatkan sebuah produk dengan kemasan terbaik, tetapi disampailan dengan cara norak yaitu saling serang, cacimaki dan bahkan fitnah-fitnahan.

Bukan memperdebatkan gagasan tentang keunggulan sebuah produk perusahaan dimana mereka dinaungi.

Gaya berpikir dalam menjual produk politik dengan cara saling cacimaki, fitnah-fitnahan, ujunganya adalah saling mempermalukan tersebut, tak sekedar dapat ditonton pada siaran-siaran televisi. Tetapi telah memasuki lorong-lorong Media Sosial, dalam hal mempromosi paket-paket calon kepala Daerah, bagaikan gerombolan para penyabung ayam.

Pada hal, memperdebatkan produk politik unggulan tak sama dengan menyabung ayam. Tetapi terlanjur dinikmatinya begitu rupa. Kemudian ada yang bersorak, lalu saling mengejek. Hasrat ejek-mengejek inilah yang menguasai atmosfir dunia politik kita. Mencari kepuasan dalam kepolosan & keluguan kawan yang berbeda pilihan.

Menjual produk politik yang dikemas dalam bentuk visi, misi dan program kerja, sejatinta adalah seni persuasi. Dimana gagasan sebagai produk politik dapat dinikmati sebagai sebuah pedagogi, yaitu sambil berkalimat, pikiran para sales politik (aktor-aktor/Tim Sukses) dikonsolidasikan. Suhu percakapan adalah suhu pikiran. Tapi bagian yang ini justru belum menonjol. Yang dominan adalah bagian demagoginya, yaitu busa kalimat.

Pada kalimat yang berbusa, kita tak menonton dan menikmati sambil minum kopi ️tentang pencerahan pikiran yang disampaikan dengan keindahan kata-kata. Tetapi yang menonjol adalah caci-maki, seolah menjadi produk unggulan dari sebuah perusahaan politik.

TahunPolitik telah merubah hubungan kekerabatan. Pilihan produk politik dengan cara memuja dan membenci, akan berakibat munculnya jenis penyakit baru dalam politik, yaitu Obesitas Politik.

Penulis : Syarif Ahmad