Sedih! Warga Asal Bima ini Hilang Kontak Dengan Keluarga Setelah 20 Tahun Merantau
Cari Berita

Advertisement

Sedih! Warga Asal Bima ini Hilang Kontak Dengan Keluarga Setelah 20 Tahun Merantau

Rabu, 02 Mei 2018

Ilustrasi (foto : Republika)
Indikatorbima.com - Hasmudin Sidik sudah merantau ke Kabupaten Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat 20 tahun yang lalu. Hingga akhirnya Hasmudin Sidik berkeluarga dan dikaruniai 3 orang anak di tanah rantauan, tepatnya di Desa Wajok Hulu, Kecamatan Hulu Siantan, Kabupaten Pontianak, Kalimatan Barat. Namun, warga kelahiran Desa Soro, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima, Provinsi NTB tersebut telah kehilangan kontak keluarga besarnya yang ada di Bima sekitar 4 tahun yang lalu, (02/05/18).

"Kita cari keluarga bapak. Lebih dari 20 tahun gak pernah pulang," kata Diana Azharry putri bapak Hasmudin Sidik kepada Indikator Bima melalui WhatsApp.

Awalnya Diana Azharry putri bapak Hasmudin Sidik menghubungi halaman Facebook @Informasi Warga Bima dan Dompu milik Komunitas Indikator Bima melalui pesan singkat.

"Mau cari keluarga di Bima. Gimana ya caranya," tanya Diana melalui pesan singkat.

Menerima pesan tersebut, Admin Halaman Facebook @Informasi Warga Bima dan Dompu langsung menanyakan kontak WhatsApp Diana untuk dikonfirmasi lebih lanjut, kemudian Diana mengirimkan kontak WhatsApp-nya. Dari situ, Reporter Indikator Bima langsung menanyakan kronologis hilangnya kontak keluarga bapak Hasmudin Sidik di Bima kepada Diana.

Diana menceritakan kronologis hilangnya kontak keluarga bapaknya. Sejak masih bujang bapaknya merantau ke Pontianak, hingga akhirnya menikah dan dikaruniai 3 orang anak termasuk Diana.

"Bapak merantau kerja, dari bujang. Terus ketemu mama nikah. Sampai punya anak cucu gak pernah pulang. Terakhir katanya keluarga bapak sudah pindah rumah. Dan skarang udah gak ada kontak lagi," cerita Diana.
Foto : Hasmudin Sidik (paling kanan) bersama istrinya pada saat resepsi pernikahan salah satu anaknya di Kabupaten Pontianak.
Lebih lanjut Diana mengungkapkan identitas dan alamat keluarga bapaknya. Diana mengatakan, terakhir diketahui keluarga bapaknya sudah pindah dari Desa Soro. Namun, kepindahan keluarga bapaknya tidak diketahui dan menjadi awal hilangnya kontak keluarga.

"Nama nenek di sana Fatimah dan kakek sudah meninggal. Desa Soro, Kecamatan Lambu. Saudara bapak, Saryano, Sumitro, Mariama, Kaisar," terang Diana.

"Alamat dulu itu Soro, Dengar Sudah Pindah," tambah Diana.

Sampai dengan saat ini, Anggota Komunitas Indikator Bima masih berupaya untuk membantu mencarikan kontak keluarga bapak Hasmudin Sidik. Beberapa anggota Komunitas Indikator Bima di Lambu sedang menghubungi kepala Desa Soro.

Reporter : Furkan AS
Editor      : Sirsulk