Polri Dan BIN Gagal Memberikan Rasa Aman bagi Masyarakat
Cari Berita

Advertisement

Polri Dan BIN Gagal Memberikan Rasa Aman bagi Masyarakat

Selasa, 15 Mei 2018

Foto : Gulam Bahri (memakai peci dan gordon HMI) Ketua Umum HMI Cabang Malang Komisariat Hukum UMM.
Indikatorbima.com - Indonesia kembali berduka. Masyarakat terjebak dalam kecemasan pasca aksi terorisme beruntun yang terjadi dalam beberapa hari terakhir ini.

Serangan terorisme kembali menyasar rumah ibadah tempat dimana nama tuhan di dengungkan, tempat orang beriman berbondong seraya melantunkan doa dan pujian dengan khidmat. Namun ke khidmatan itu di luluh lantahkan oleh aksi sekelompok orang yang tak berperikemanusiaan lewat serangan bom yang dilancarkan.

Drama aksi terorisme menyerang orang orang di rumah ibadah bukan saja kali ini terjadi. Tercatat dalam beberapa kurun waktu terakhir sudah ada beberapa peristiwa yang terjadi.

Di jawa barat, terjadi penyerangan dan pembacokan beberapa ulama di masjid, di yogyakarta terjadi peledakan bom di gereja, dan yang terakhir ialah terjadi aksi terorisme peledakan bom bunuh diri di gereja surabaya jawa timur ketika jemaat akan melaksanakan misa di pagi hari.

Sungguh tindakan keji ini tentu tidak bisa kita benarkan atas dasar apapun karena tidak ada dalil dan ajaran agama manapun yang membenarkannya.

Di tengah kondisi masyarakat indonesia yang begitu majemuk, kejadian seperti ini tentunya sangat berpotensi akan menimbulkan konflik horizontal di tengah masyarakat. Begitu terjadi maka Isu SARA sontak begitu cepat akan menyebar karena tidak ada lagi filterisasi informasi dan komunikasi.

Fenomena yang terjadi hari ini tentu membuat masayarakat indonesia yang kesehariannya hidup dalam keberagaman, dengan semangat gotong royongnya akan berpotensi menimbulkan segregasi jika kejadian ini dimanfaatkan oleh kelompok tertentu untuk memperkeruh keadaan. Maka dari rentetan peristiwa aksi teror yang terjadi di bangsa ini maka saya melihat pihak yang berwenang dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat telah gagal memberikan jaminan akan hal itu.

Kepolisian Republik indonesia gagal memberikan perlindungan dan jaminan keamanan kepada masyarakat karena yang terjadi hari ini masyarakat mengalami kecemasan dan kekhawatiran melaksanakan aktifitasnya.

Badan intelijen Negara juga kecolongan karena tentunya pasti sudah bisa memprediksi potensi aksi teror yang akan dilancarkan . Ini menjadi catatan penting 2 institusi ini agar mampu lebih maksimal dalam menjalankan tupoksi institusi. Sehingga masyrakat mampu tenang, hidup dalam keberagaman namun bisa mendapatkan rasa aman.

Masyarakat tidak lagi terporovokasi dan potensi konflik yang di mainkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Di lain sisi kita sebagai bangsa yang cerdas haruslah bersikap proaktif dengan tidak mudah tersulut amarah subjektif, saling memberikan pemahaman satu dengan yang lainnya , saling bergandengan tangan menjaga keutuhan bangsa yang menjadi tanggung jawab kita bersama.
Damai indonesiaku !

Penulis : Gulam Bahri (Ketua Umum HMI Cabang Malang Komisariat Hukum UMM).