Hindari Terorisme; Kenali 3 Penyebabnya
Cari Berita

Advertisement

Hindari Terorisme; Kenali 3 Penyebabnya

Senin, 14 Mei 2018

Ilistrasi (foto : liputan6.com)
Indikatorbima.com - Aksi teror dan bom bunuh diri yang terjadi hampir bersamaan pada 3 gereja di wilayah Surabaya (13/5) masih menyisakan pilu dan duka mendalam. Banyak kalangan mengecam kebiadaban aksi tersebut karena menjadikan tempat ibadat sebagai sasaran pengeboman.

Dilansir dari Kumparan.com tercatat ada 13 korban meninggal dan sekitar 40 korban luka-luka yang diakibatkan oleh aksi bom bunuh diri tersebut.

Tidak bisa dipungkiri, pemahaman yang dangkal, radikal, dan ekstrem menjadi salah satu indikator terjadinya aksi teror tersebut. Namun, persoalan pemahaman yang ekstrem bukan satu-satunya musabab yang harus diperangi.

Merujuk pada catatan Haidar Bagir, setidaknya ada 3 tahap sehingga seserong menjadi teroris — agama tidak selalu menjadi label teroris — dan memilih melancarkan aksi-aksi teror.

Pertama, ada individu atau kelompok masyarakat yang mengalami diskriminasi, dimarginalkan, diperlakukan secara tidak adil, diserang sisi religinya, dan dibullying (perundungan) sehingga individu atau kelompok tersebut menjadi terasing, baik terasing secara ekonomi, sosial, hukum, agama, dll.

Kedua, ada wadah yang menampung dan menyatukan individu maupun kelompok tersebut sehingga tiap-tiap orang merasa memiliki duka dan persoalan yang sama serta usaha untuk melawan.

Ketiga, parahnya, di dalam wadah tersebut ada ideologi, pemahaman atau mazhab ekstrem yang mendukung dan membenarkan tindakan-tindakan di luar batas kewajaran dan norma yang berlaku, maka aksi teror pun terjadi.

Mengatasi teroris tidak cukup dengan mengecam dan mencari simpati atas dasar rasa empati, tetapi menjawab pertanyaan mengapa teroris selalu ada dan aksi teror bisa terjadi? Adalah cara terbaik meminimalisir aksi teror dan terorisme.

Penulis : SirsulK