Aneh! Bocah di Dompu Ditemukan Tewas Dengan Leher Tergantung Lutut Sentuh Lantai
Cari Berita

Advertisement

Aneh! Bocah di Dompu Ditemukan Tewas Dengan Leher Tergantung Lutut Sentuh Lantai

Sabtu, 12 Mei 2018

Foto : Kondisi bocah dengan leher tergantung dan lutut menyentuh lantai (sumber : Incinews).
Indikatorbima.com - Seorang siswa kelas 2 SMP berinisial J (14) tahun warga asal dusun Marampa, desa Saneo, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu, anak dari pasangan H. Kadir (60) tahun dan ibu Romla (56) tahun ditemukan tewas dalam keadaan leher tergantung di salah satu rumah orang tuanya yang sudah tidak dihuni, Sabtu (12/05/18).

Menurut keterangan Rustam kepala desa Saneo, Jasad bocah tersebut pertama kali ditemukan oleh ibu kandungnya sekitar pukul 06.30 WITA. Melihat anaknya sudah dalam keadaan tidak bernyawa ibu Lau (nama panggilan) kemudian berteriak histeris meminta bantuan.

"Ibunya sendiri yang menemukan pertama kali dirumah yang sudaj tidak dihuni," katanya.

Awalnya bocah berinisial J tersebut sempat hilang dan dicari oleh orang tuanya semalam sebelum peristiwa ditemukannya J dirumah tersebut dan pencarian itu tidak membuahkan hasil. Setelah malam berlalu, ibu bocah tersebut masih mencari dan pencarian itu dilakukan dirumah panggung mereka sendiri yang sudah tidak dihuni.

Namun, keanehan mulai dirasakan oleh ibu kandung bocah tersebut. Pasalnya rumah yang tidak mereka huni awalnya digembok. Tapi pagi itu sudah dalam keadaan tidak digembok dan dikunci dari dalam. Akhirnya karena penasaran, ibu bocah itu berusaha membuka pintu. Dan benar saja ia menemukan anaknya sudah dalam keadaan tidak bernyawa dengan leher tergantung dan kaki berlutut menyentuh lantai rumah.

"Awalnya bocah itu dicari semalaman, dan tidak ketemu. Ibunya lalu mencari pagi-pagi dirumah mereka yang sudah tidak dihuni. Anehnya rumah yang mereka gembok sudah dalam keadaan tidak digembok dan dikunci dari dalam. Ibunya berusaha membuka pintu dan menemukan anaknya sudah tewas," jelas Rustam kepala desa Saneo kepada Indikator Bima.

Baca : Sadis! Di Langgudu, Warga Sumba NTT Tusuk 6 Orang Hingga Kritis

Hingga akhirnya pihak kepolisian Sektor Woja datang ke TKP sekitar pukul 09.00 WITA untuk mengevakuasi jasad bocah tersebut.

Menurut keterangan kepala desa Saneo, pihak keluarga menolak untuk diotopsi sehingga penyebab tewasnya bocah yang dianggap tidak wajar tersebut belum dapat ditentukan.

Sampai dengan berita ini ditulis, Indikator Bima masih melakukan upaya untuk menghubungi orang tua atau keluarga bocah dan pihak kepolisian Sektor Woja.

Reporter : Furkan
Editor      : Syarif