Aksi Komunitas Nisa Bea Tanam 500 Bibit Pohon Mangrove di Teluk Waworada
Cari Berita

Advertisement

Aksi Komunitas Nisa Bea Tanam 500 Bibit Pohon Mangrove di Teluk Waworada

Sabtu, 05 Mei 2018

Foto : Serah Terima secara simbolik bibit Pohon oleh Kabid Bina Lingkungan Dinas kelautan kabupaten Bima Fisabililhaq, S.Pi (baju biru) kepada Ketua Komunitas Nisa Bea Fuad S.pd, M.pd (kemeja pink).
Indikatorbima.com - Momentum hari pendidikan nasional, sejumlah pemuda Langgudu yang tergabung dalam Komunitas Nisa Bea lakukan aksi sosial penanaman pohon mangrove di teluk Waworada Langgudu, tepatnya di Rimba desa Karumbu, Sabtu (05/05/18).

Gerakan yang diberi nama sedekah untuk lingkungan ini pun dihadiri perwakilan Dinas Kelautan kabupaten Bima Fisabililhaq, S.Pi, UPT Dinas Kelautan kecamatan Langgudu dan UPT Dikpora kecamatan Langgudu yang turut melakukan penanaman.


Selain pengurus KNPI Kabupaten Bima dan kecamatan Langgudu serta Organisasi kepemudaan, kegiatan penanaman pohon mangrove ini pun  diramaikan pula puluhan siswa SMA dan SMP  yang tergabung dalam siswa pencinta alam Karombo Doro SMA 1 Langgudu.

Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, komunitas Nisa Bea ingin mengajarkan secara dini pentingnya menjaga pelestarian alam kepada para generasi.

"Sebanyak 500 bibit pohon manggrove yang ditanam, kami di komunitas Nisa Bea ingin mengajarkan secara dini betapa pentingnya menjaga pelestarian alam serta budaya menanam pada generasi," ujar Supriadin salah satu anggota komunitas Nisa Bea kepada Indonator Bima News.

Supriadin berharap, melalaui kegiatan penanaman, pelestarian lingkungan hutan mangrove bisa terus dijaga, dan dikembangkan.

"Melalui kegiatan-kegiatan seperti ini terus digalakan, demi menjaga pelestarian mangrove yang ada di kawasan teluk waworada ini," harap Supriadin.

Ia pun mengajak seluruh masyarakat kabupaten Bima khususnya masyarakat Langgudu agar bisa memberikan edukasi terkait pentingnya menanam dan menjaga pelestarian alam sejak dini kepada anak-anak generasi masa depan.

Sebab menurutnya, masalah keseimbangan lingkungan yang timpang saat ini sudah mencapai level kritis, yang bukan menjadi persolan regional tetapi sudah menjadi masalah global.

"Dalam beberapa tinjauan keseimbangan lingkungan di bumi kita sudah berada pada kondisi yang sangat membahayakan," ungkap Supriadin.

Ketimpangan keseimbangan lingkungan memang tidak bisa dianggap sepele, karena sangat berpengaruh pada tingkat keselamatan dan kesejahteraan hidup manusia.

"Bencana alam yang diakibatkan oleh kerusakan lingkungan banyak menyita anggaran daerah bahkan pusat," tutup Supriadin.

Reporter : Fuad D Fu
Editor      : Subhan Al-Karim