Waspada! Ribuan Mayarakat Kab. Bima, Pernah Diserang Oleh Empat Penyakit ini
Cari Berita

Advertisement

Waspada! Ribuan Mayarakat Kab. Bima, Pernah Diserang Oleh Empat Penyakit ini

Sabtu, 07 April 2018

Beberapa pasien yang terkena penyakit Malaria dan BDB sedang dirawat inap PKM Wawo, Sabtu (01/02/15) lalu. (foto : Kampung Media Lengge Wawo).
Indikatorbima.com - Kesehatan masyarakat Kabupaten Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pernah diserang oleh empat jenis penyakit yang menyebabkan kematian di Dunia. Empat penyakit tersebut adalah, BDB, TB, DIARE dan MALARIA. Menurut data Badan Pusat Statistik Kabupaten Bima menunjukkan bahwa pada tahun 2015, ribuan masyarakat hampir diseluruh Kecamatan di Kabupaten Bima diserang oleh empat penyakit ini, Sabtu (07/04/18).

Seperti yang dilansir dari Alodokter, berikut penjelasan singkat dari empat penyakit yang dimaksud:
a. Tuberkulosis (TB) yang juga dikenal dengan singkatan TBC, adalah penyakit menular paru-paru yang disebabkan oleh basil Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini ditularkan dari penderita TB aktif yang batuk dan mengeluarkan titik-titik kecil air liur dan terinhalasi oleh orang sehat yang tidak memiliki kekebalan tubuh terhadap penyakit ini. TB termasuk dalam 10 besar penyakit yang menyebabkan kematian di dunia. Data WHO menunjukkan bahwa pada tahun 2015, Indonesia termasuk dalam 6 besar negara dengan kasus baru TB terbanyak.

b. Diare merupakan kondisi yang ditandai dengan encernya tinja yang dikeluarkan dengan frekuensi buang air besar (BAB) yang lebih sering dibandingkan dengan biasanya. Pada umumnya, diare terjadi akibat konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri, virus, atau parasit. Biasanya diare hanya berlangsung beberapa hari, namun pada sebagian kasus memanjang hingga berminggu-minggu.

c. Malaria adalah penyakit yang menyebar melalui gigitan nyamuk yang sudah terinfeksi parasit. Infeksi malaria bisa terjadi hanya dengan satu gigitan nyamuk. Jika tidak ditangani dengan benar, penyakit ini bisa menyebabkan kematian.

d. Demam dengue atau yang dikenal secara umum oleh masyarakat Indonesia sebagai demam berdarah merupakan penyakit yang dapat membuat suhu tubuh penderita menjadi sangat tinggi dan pada umumnya disertai sakit kepala, nyeri sendi, otot, dan tulang, serta nyeri di bagian belakang mata.


Berikut jumlah kasus BDB, TB, DIARE dan MALARIA yang berhasil dirangkum oleh Indikator Bima di 18 Kecamatan menurut data Badan Pusat Statistik Kabupaten Bima tahun 2015 lalu.

1. Kecamatan Monta mengalami kasus BDB=0. Diare =398. TB=15. Malaria=16.

2. Kecamatan Parado mengalami kasus BDB=0. Diare =1868. TB=89. Malaria=15.

3. Kecamatan Bolo mengalami kasus BDB=0. Diare =1144. TB=39. Malaria=3.

4. Kecamatan Madapangga mengalami kasus BDB=1. Diare =1946. TB=84. Malaria=5.

5. Kecamatan Woha mengalami kasus BDB=0. Diare =1089. TB=53. Malaria=2.

6. Kecamatan Belo mengalami kasus BDB=1. Diare =1095. TB=40. Malaria=4.

7. Kecamatan Palibelo mengalami kasus BDB=27. Diare =725. TB=18. Malaria=3.

8. Kecamatan Wawo mengalami kasus BDB=0. Diare =1168. TB=36. Malaria=60.

9. Kecamatan Langgudu mengalami kasus BDB=0. Diare =228. TB=3. Malaria=2.

10. Kecamatan Lambitu mengalami kasus BDB=1. Diare =2381. TB=100. Malaria=21.

11. Kecamatan Sape mengalami kasus BDB=0. Diare =1532. TB=40. Malaria=2.

12. Kecamatan Lambu mengalami kasus BDB=0. Diare =1234. TB=57. Malaria=529.

13. Kecamatan Wera mengalami kasus BDB=1. Diare =807. TB=24. Malaria=12.

14. Kecamatan Ambalawi mengalami kasus BDB=0. Diare =768. TB=16. Malaria=4.

15. Kecamatan Donggo mengalami kasus BDB=1. Diare =719. TB=30. Malaria=2.

16. Kecamatan Soromandi mengalami kasus BDB=0. Diare =540. TB=17. Malaria=2.

17. Kecamatan Sanggar mengalami kasus BDB=0. Diare =331. TB=2. Malaria=142.

18. Kecamatan Tambora mengalami kasus BDB=34. Diare =19611. TB=701. Malaria=831.

Sebagaimana penjelasan dan data yang dirangkum oleh Indikator Bima di atas menunjukan kepada kita semua bahwa, Ribuan Masyarakat di 18 Kecamatan di Kabupaten Bima pernah diserang oleh empat penyakit tersebut. Diharapkan masyarakat dan pemerintah tetap waspada dan meningkatkan pola hidup sehat agar terhindar dari penyakit yang dimaksud.

Reporter : Furkan AS
Editor     : Fuad D Fu