Peran Perempuan Di Zaman Now
Cari Berita

Advertisement

Peran Perempuan Di Zaman Now

Minggu, 01 April 2018

Foto : Beberapa perempuan asal Bima ketika melakukan aksi menolak kekerasan dan diskriminasi terhadap perempuan di Palestina.
Indikatorbima.com - Peran perempuan masih menjadi perdebatan di kalangan masyarakat. Sebagian masyarakat memandang perempuan sebagai mahluk yang lemah, ada juga yang menganggap bahwa perempuan itu adalah mahluk yang kuat.

Lantas bagaimana perempuan itu sebenarnya?, apakah perempuan mahluk yang lemah atau mahluk yang kuat?. Itu semua tergantung bagaimana orang-orang menilai sosok perempuan itu sendiri. Terlepas dari banyaknya perdebatan perempuan yang lemah atau kuat, kita harus melihat, bagaimana pandangan agama tentang perempuan?.

Kita dapat melihat pandangan agama tentang perempuan, baik itu pandangan agama islam maupun agama lain. Dalam pandangan islam, seperti yang dijelaskan dalam surah al- Hujurat ayat 13 “Hai manusia, Sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.

Selain pandangan agama islam, kita juga dapat melihat, bagaimana pandangan agama Kristen tentang perempuan?. Dalam al-kitab kej. 1;27 “Bahwa wanita seperti juga pria diciptakan oleh Allah meneurut gambar dan rupanya’’. Dari kutipan Al-Qur’an dan Al-kitab tersebut dapat disimpulkan bahwa perempuan itu tidak lemah, namun yang menjadikannya lemah adalah mereka sendiri. Bahkan banyak perempuan lebih kuat di banding laki-laki. Salah satu perempuan tangguh yang tidak asing lagi dikalangan masyarakat Indonesia, yaitu pahlawan kemerdekaan Indonesia “Chuk Nyak Dhien”.

Oleh karena itu, peran perempuan dari zaman ke zaman sangatlah penting. Seperti halnya peran perempuan pada zaman sekarang, dalam istilah kerennya yaitu “peran perempuan di zaman now”. 

Perempuan-perempuan di zaman now sangatlah berpengaruh bagi kehidupan masyarakat. Peran perempuan di zaman now ini, telah meningkat. Hal ini terbukti dengan banyak bermunculan tokoh-tokoh perempuan, baik itu di rana politik, ekonomi, kesehatan dan pendidikan. Contohnya yang sangat dikenal oleh semua pihak yaitu sosok Putri Soekarno Mega Wati Soekarno Putri, beliau adalah tokoh politik yang sangat berpengaruh di Indonesia. beliau juga pernah menjadi Presiden Republik Indonesia yang ke 5. 

Tokoh publik dari kalangan perempuan yang dikenal publik ialah Wali Kota Surabaya, Dr. (H.C.) Ir. Tri Rismaharini, M.T. Dikalangan ekonomi yang sangat terkenal yaitu Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang sangat berpengaruh besar terhadap perkembangan perekonomian Indonesia. Bahkan beliau mendapatkan penghargaan menteri terbaik dunia versi Word Government Summit yang berlangsung di Dubai, Uni Arab Emirates. 

Menurut data Komisi Pemilahan Umum (KPU) dalam kpu.go.id di tahun 2017 tokoh perempuan yang menjadi calon Kepala Daerah sebanyak 44 orang dari total 614 calon. Sedangkan pada tahun 2018 ini mengalami peningkatan. Dari 17 propinsi yang mengikuti pilkada serentak sebanyak 2 calon Kepala Daerah dan 5 calon wakil Kepala Daerah. Sedangkan calon Kepala Daerah tingkat Kabupaten (Bupati) diikuti sebanyak 31 calon Bupati dari kalangan perempuan dan 27 calon Wakil Bupati dari kalangan perempuan.

Sedangakan calon Kepala Daerah tingkat Kota (Wali Kota) diikuti sebanyak 16 calon Walikota dari kalangan perempuan dan sebanyak 20 calon Wakil Walikota dari kalangan perempuan. Dari data tersebut peran perempuan dari tahun ke tahun semakin meningkat. Hal tersebut harus diimbangi dengan peran laki-laki untuk saling mendukung, agar tidak terjadi konflik internal didalam keluarga.

Seperti halnya yang dikatakan oleh toko Proklamator kita Ir. Soekarno “ Laki-laki dan Perempuan seperti dua sayap dari seekor burung. Jika kedua sayapnya sama kuatnya, maka burung tersebut akan terbang sampai ke puncak yang setinggi-tingginya. Jika patah salah satu dari sayap itu, maka burung tersebut tidak dapat terbang sama sekali”. Apakah hal tersebut sudah dilakukan?

Penulis : Muhammad Ardi Firdiansyah (mahasiswa ilmu pemerintahan universitas muhammadiyah malang).