Penghuni Asrama Bima-Yogyakarta Minta Kepala Bagian Umum Pemkab Bima Dicopot
Cari Berita

Advertisement

Penghuni Asrama Bima-Yogyakarta Minta Kepala Bagian Umum Pemkab Bima Dicopot

Jumat, 13 April 2018

Foto : Foto bersama penghubi Asrama Bima-Yogyakarta, usai rapat membahas terkait adanya dugaan penggelapan dana.
Indikatorbima.com - Menindaklanjuti permasalahan terkait adanya dugaan penggelapan dana atau anggaran aset-aset kedaerahan, terutama anggaran untuk perbaikan/renovasi Asrama Mahasiswa Bima yang berada di berbagai wilayah di Indonesia. Maka, mahasiswa Bima Jogja menganggap ini semua merupakan tindakan kriminalisasi atas kemaslahatan umat dan masyarakat, terutama bagi kaum-kaum pelajar.

Kehadiran Bapak Sekda Bima H. Taufik bersama beberapa staffnya pada awal bulan Maret lalu, menjanjikan asrama mahasiswa Bima di Yogyakarta akan direnovasi pada tanggal 15 Maret 2018 lalu, kini hanya hiasan kata dan alibi semata.

Sebelumnya, salah satu perwakilan Mahasiswa Bima-Jogja bertemu dengan Bupati Bima, Hj. Indah Damayanti Putri di kantor Sekda Bima pada bulan Februari 2018, guna memberikan surat tunggakan pajak dan mempertanyakan persoalan renovasi Asrama, saat itupun Bupati Bima menyampaikan, bahwa amanah sudah diberikan kepada bapak Kasmir selaku Kepala Bagian Umum untuk direalisasikan.

Pada pertemuan itu juga, Bupati Bima menyampaikan bahwa semua yang terkait anggaran renovasi asrama mahasiswa Bima-Jogja sudah diserahkan pada kepala bagian umum yang sekarang dipimpin oleh bapak Kasmir dan tinggal direalisasikan. Mahasiswa Bima sangat senang mendengar hal demikian, namun seiring berjalanya waktu sampai hari ini pihak kepala bagian umum tidak pernah memberikan penjelasan yang jelas bahkan tidak pernah melakukan komunikasi bersama kami mahasiswa Bima Jogja.

Melihat kinerja Kasmir yang sangat lelet dan sangat acuh tak acuh, maka kami mahasiswa Bima-Jogja menuntut bahwa Kasmir tidak pantas menjabat di posisi tersebut, dan Bupati Bima segera menurunkan Kasmir dari jabatanya sebagai kepala Bagian Umum dan segera digantikan oleh orang-orang yang bekerja serius untuk kepentingan bersama, bukan kepentingan untuk kantong pribadi, guna menjaga kestabilan kerukunan masyarakat Daerah Bima. Kami pun mempersembahkan sebuah puisi untuk bapak Kasmir.

Puisi

Kasmir....
Kau ini bagaimana, atau kami harus bagaimana ?
Kau suruh kami buat proposal,
kami buat proposal,
tapi kau buang proposal kami di tong sampah.

Ooo... Kasmir
Kau ini bagaimana, atau kami harus bagaimana?
Kau suruh kami kosongkan asrama, kau bilang akan merenovasinya,
lalu kami kosongkan asrama agar kau bisa merenovasinya.
Tapi kau isi asrama kami dengan janji-janji dan buaian belaka.
Kau ini bagaimana.

Kasmir, Kasmir oooh Kasmir

Salahkah kami jika harus marah?
Salahkah kami mengadu?
Dan salahkah jika kami harus bereteriak, turun ke jalan dan merapatkan barisan
Untuk menyuruh kau turun dari jabatan mu?

Salahkah kami jika kami membakar asrama ini? atau
Salakah kami sekalian jikalau kami membakar gedung gedung pemerintah itu?
Sebab keliaran dan kenakalan kami disebabkan oleh ketidakpastianmu.
Ohh Kasmir... kau ini bagaimana.

Dari Kami Mahasiswa Bima Yogyakarta.

Penulis : M. Akhier
Editor : Misbah