Panas Sebelum Mulai, Mahasiswa Sangiang dan Gerakan #2018 Ganti Kades
Cari Berita

Advertisement

Panas Sebelum Mulai, Mahasiswa Sangiang dan Gerakan #2018 Ganti Kades

Minggu, 29 April 2018

Foto : Ilustrasi
Indikatorbima.com - Dalam menghadapi moment politik (Pilkades) Desa Sangiang, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, yang akan digelar pada bulan Oktober 2018 nanti. Beberapa mahasiswa asal Desa Sangiang tidak ingin tinggal diam dan mulai angkat bicara soal calon pemimpin Desa Sangiang. Bahkan mereka setuju dengan gerakan #2018 ganti kades, apabila ada calon yang lebih baik, Minggu (29/04/18).

Hal itu disampaikan oleh dua ketua umum Organisasi Daerah (ORDA) mahasiswa Desa Sangiang, Amar Ketua Umum Komunitas Mahasiswa dan Pelajar Sangiang (KOMPAS) Malang dan Hendra Ketua Umum Persatuan Mahasiswa Sangiang Bima (PEMSAB).

Menurut Amar Ketua umum KOMPAS Malang, Desa Sangiang membutuhkan sosok pemimpin pemimpin yang tangguh, jujur dan adil serta bertanggungjawab atas kewajibannya sebagai seoramg pemimpin.

"Desa sangiang memerlukan pemimpin yang tangguh dan tidak mudah putus asa. Yang jujur, adil, tegas dan bertanggung jawab untuk melakukan semua kewajibannya. Yang pling penting yaitu berintegritas," terang mahasiswa jurusan Civic Hukum Universitas Muhammadiayah Malang ini.

Sementara itu, menurut Hendra Ketua umum PEMSAB sosok pemimpin yang dibutuhkan oleh Desa Sangiang adalah sosok pemimpin yang mampu melihat kondisi masyarakat, pemimpin yang bermental pelayan bukan mental bos.

"Harus mempunyai figur dan nilai karismatik serta mampu berjalan melihat kondisi obyektif sangiang. Seorang pemimpin itu harus bisa berkorban untuk rakyatnya dan harus mempunyai mental pelayanan bukan mental bos," tutur mahasiswa STISIP Bima ini.

Ketika ditanya mengenai adanya gerakan #2018 Ganti Kades kedua mahasiswa tersebut mengaku setuju apabila ada calon yang lebih baik dari kades yang sebelumnya dan memenuhi kriteria pemimpin yang diinginkan. Namun, mereka tetap menyerahkan keputusan terbaik kepada masyarakat.

"Kalau melihat kinerja pemerintah desa sekarang memang banyak persoalan yang belum bisa diselesaikan. Jadi saya setuju dengan gerakan itu, tapi dengan catatan ada calon yang kebih baik dan mampu membangun desa dengan lebih baik lagi," terang Amar.

"Tapi kalau tidak, saya pikir kepala desa yang sebelumnya akan berusaha memperbaiki semua kesalahan dan berusaha menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi," lanjutnya.

Sementara Hendra mengaku bingung untuk menentukan sikap, namun demikian dirinya tetap menyerahkan keputusan itu kepada masyarakat.

"Saya masih bingung, apakah kades harus diganti atau tidak. Biar masyarakat yang menilai kelayakan para calon nanti. Kalau saya akan tetap mendukung salah satunya nanti," tuturnya.

Jika kades yang sekarang tidak memenuhi kriteria yang disampaikan oleh dirinya tadi, maka kades perlu diganti.

"Kalau kades yang sekarang tidak bisa memenuhi kriteria tadi, berarti kita perlu kades baru. Tapi biar masyarakat yang menilai, saya tetap netral," tegas Hendra.


Reporter : Igon
Editor      : Fuad D Fu