Otonomi Daerah Untuk Daerah Kabupaten Dompu!
Cari Berita

Advertisement

Otonomi Daerah Untuk Daerah Kabupaten Dompu!

Minggu, 01 April 2018

Foto : Penulis
Indikatorbima.com - Otonomi daerah sudah ada sejak kemerdekaan Republik Indonesia, bahkan kebijakan tentang desentrelisasi telah dibahas oleh PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia). Gagasan tersebut dituangkan dalam pasal 18 UUD 1945 tentang pembagian wilayah otonomi daerah. Pasal tentang otonomi daerah mengalami perubahan dari tahun ke tahun. Tahun 1950 UUD 1945 berubah menjadi UUDS (Undang-Undang Dasar Sementara) 1950. Dalam UUDS 1950 terdapat pasal tentang otonomi daerah, yaitu pasal 131, 132 dan pasal 133. UU No. 1 Tahun 1957,UU No. 18 Tahun 1965, UU No. 5 Tahuun 1947. 

Pada tahun 1999 Presiden B.J. Habibie, mengeluarkan UU No. 22 Tahun 1999 tentang otonomi daerah. Saat itu Indonesia dalam keadaan krisis Ekonomi dikarenakan pasca lengsernya Soeharto. Daerah-daerah di Indonesia benar-benar memiliki kewengan khusus untuk mengatur rumah tangganya masing-masing. Tahun 2014 pemerintah mengeluarkan UU No. 23 Tahun 2014, tentang pemerintahan daerah. 

Hal ini membawa keuntung tersendiri bagi daerah-daerah yang sangat sulit di jangkau oleh pemerintah pusat. Salah satu daerah yang merasakan dampak dari kebijakan tersebut adalah Kabupaten Dompu. Kabupaten Dompu sendiri terletak di Propinsi Nusa Tenggara Barat, lebih tepatnya di Pulau Sumbawa. Otonomi daerah yang benar-benar diterapkan sejak tahun 1999. Baru dirasakan pada awal tahun 2011.

Bupati terpilih H. Bambang M. Yasin dan H. Syamsuddin sebagai wakil bupati Dompu periode 2010-2015. Melalui program “PIJAR” yaitu Sapi, Jagung, Rumput laut, mampu menurunkan angka kemiskinan. Angka kemiskinan turun hingga mencapai 18% dari 21% pada tahun 2010 (Badan Pusat Statistik). Angka kemiskinan di kabupaten Dompu dari tahun ke tahun terus mengalami penurunan, program tersebut terus berlanjut hingga tahun 2015. Bupati Dompu H. Bambang M. Yasin terpilih kembali sebagai Bupati Dompu pada pilkada serentak tahun 2016, namun di periode ini berpasangan dengan Arifuddin. Periode 2015-2020 pasangan tersebut menggagas program baru yaitu “TERPIJAR” yaitu singkatan dari Tebu, Sapi, Jagung dan Rumput laut.

Wajah Dompu yang di kenal dengan semboyan “Nggahi Rawi Pahu’’ banyak mengalami perubahan. Baik dari tatanan kota, perekonomian, serta infrastruktur. Dalam bidang perekonomian, pemda membangun perusahaan gula pertama diluar pulau Jawa. Selain itu perusahaan-perusahaan lain,seperti perusahaan jagung, perusahaan pembuatan pakan terus dibangun. Dalam bidang infrastruktur, pemerintah mengaktifkan kembali pelabuhan yang berada di Kecematan Kempo dan Kecematan Pekat, pengaktifan kembali kedua pelabuhan tersebut untuk membantu pemda dan petani untuk memuat barang-barang hasil pertanian dan peternakan ke luar kota bahkan keluar negeri.

Dalam tata kota, pemda terus melakukan penataan taman-taman dan pembuatan taman baru. Sekitar area ibu kota, pembenahan taman Rasa Nggaro di Kecematan Woja. Pada awal tahun 2018 meresmikan Kantor Bupati Dompu yang baru saja selesai direnofasi pada bulan Januari 2018. Hal tersebut membuat wajah Kabupaten semakin bagus dan terlihat Indah.

Dalam bidang kesehatan pemerintah juga membangun rumah sakit baru di Kecematan Manggelewa, daerah tersebut merupakan daerah sentral pengahasil jagung. Pembangunan infrastruktur yang terus dilakukan oleh pemda sangatlah membawa kemajuan dan perubahan. 

Namun sangat disayangkan, ketika pembangunan serta perekonomian terus mengalami peningkatan, muncul persoalan baru bagi pemerintah dan masyarakat. Masalah-masalah tersebut antara lain, banyaknya hutan lindung yang di salagunakan masyarakat demi mendapatkan hasil panen yang berlimpah. Dalam rana sosial masyarakat kurang cerdas dalam memilih pergaulan. Hal tersebut terbukti dengan meningkatnya angka pengidap penyakit HIV/AIDS, sejak 1 Desember terus mengalami peningkatan yang signifikan (komisi penaggulangan HIV/AIDS Kabupaten Dompu). Serta meningkatnya penyagunaan narkoba dan minuman keras. Hal tersebut dibuktikan dengan di tangkapnya bandar narkoba di lingkungan Bada Kelurahan Bada Kecematan Dompu.

Melihat kondisi masyarakat kabupaten Dompu yang mayoritasnya adalah petani Program tersebut sangatlah tepat bagi masyarakat. Masalah yang timbul dari program tersebut. Pemda dan masyarakat Kabupaten Dompu harus saling bahu-membahu untuk memperbaiki kembali hutan yang gundul dan bekerja sama untuk kemajuan Kabupten Dompu kedepannya. Apakah hal itu sudah dilakukan?

Penulis : Muhammad Ardi Firdiansyah (mahasiswa ilmu pemerintahan universitas muhammadiyah malang).