Konkret! Tiga Langkah Berantas Korupsi
Cari Berita

Advertisement

Konkret! Tiga Langkah Berantas Korupsi

Kamis, 26 April 2018

Foto : Penulis
Indikatorbima.com - “KORUPSI” merupakan salah satu permasalahan dunia yang sangat mengkhawatirkan khusus dinegeri kita tercinta Indonesia. Permasalahan ini yang saya pribadi katakan adalah sebuah penyakit moral manusia yang menjangkiti disegala kalangan masyarakat, mulai dari kalangan ekonomi bawah sampai dengan kalangan ekonomi atas. Selain itu juga korupsi dapat merusak sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara, dan merusak sistem perekonomian. Imbasnya, membuat negeri kita yang kaya raya ini belum juga bisa mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan. Segala potensi yang dimiliki pun seakan tidak berarti. Layanan publik masih buruk, tingkat kesehatan rendah, pendidikan yang tidak terjamin, tingkat pendapatan masyarakat yang masih memprihatinkan, dan banyak lagi indikator negara makmur yang belum bisa dicapai. Dengan kata lain, harapan untuk mewujudkan Indonesia sebagaimana negeri impian pun, bak jauh panggang dari api.

Adapun beberapa langkah yang yang semoga dapat kita jadikan acuan atau referensi kita bersama untuk memberantas korupsi adala :

1. Perbaikan Sistem
Tak dimungkiri, banyak sistem di Indonesia yang justru membuka celah terjadinya tindak pidana korupsi. Misalnya, prosedur pelayanan publik menjadi rumit, sehingga memicu terjadinya penyuapan, dan sebagainya. Lainnya tentu masih banyak. Tidak saja yang berkaitan dengan pelayanan publik, tetapi juga perizinan, pengadaan barang dan jasa, dan sebagainya. Tentu saja harus dilakukan perbaikan. Karena sistem yang baik, bisa meminimalisasi terjadinya tindak pidana korupsi. Misalnya melalui pelayanan publik yang serba online, sistem pengawasan terintegrasi, dan sebagainya.

2. Edukasi dan Kampanye
Salah satu hal penting dalam pemberantasan korupsi, adalah kesamaan pemahaman mengenai tindak pidana korupsi itu sendiri. Dengan adanya persepsi yang sama, pemberantasan korupsi bisa dilakukan secara tepat dan terarah. Sayangnya, tidak semua masyarakat memiliki pemahaman seperti itu. Contoh paling mudah, adalah pandangan mengenai pemberian “uang terima kasih” kepada aparat pelayan publik, yang dianggap sebagai hal yang wajar. Contoh lain, tidak semua orang memiliki kepedulian yang sama terhadap korupsi. Hanya karena merasa “tidak kenal” si pelaku, atau karena merasa “hanya masyarakat biasa,” banyak yang menganggap dirinya tidak memiliki kewajiban moral untuk turut berperan serta. Itulah sebabnya, edukasi dan kampanye penting dilakukan. 

Sebagai bagian dari pencegahan, edukasi dan kampanye memiliki peran strategis dalam pemberantasan korupsi. Melalui edukasi dan kampanye, untuk itu mari kita bangkitkan dan tingkatkan kesadaran masyarakat mengenai dampak korupsi, mengajak masyarakat untuk terlibat dalam gerakan pemberantasan korupsi, serta membangun perilaku dan budaya antikorupsi. Tidak hanya bagi mahasiswa dan masyarakat umum, namun juga anak usia dini, taman kanak-kanak, dan sekolah dasar.

3. Ikhlas Beramal
Setiap pekerjaan yang kita lakukan harus didasari dengan niat yang baik dan benar karena Allah SWT. salah satu contoh pengaplikasian ikhlas beramal dalam kehidupan adalah tidak mengharapkan imbalan dari setiap pekerjaan yang dilakukan terhadap sesama. Ini juga harus kita tanamkan kepada anak-anak sebagai generasi bangsa, contohnya tidak memberikan imbalan kepada anak-anak ketika kita suruh. Latihlah mereka untuk ikhlas beramal bukan beramal seikhlasnya.

Penulis : Ishardiansyah Hamzah (Penulis adalah bakal calon anggota DPRD Kabupaten Bima Dapil 5 dari partai PKB)