Kepada Ibu Sukmawati: Pulanglah, Muhammadiyah itu Rumahmu
Cari Berita

Advertisement

Kepada Ibu Sukmawati: Pulanglah, Muhammadiyah itu Rumahmu

Kamis, 05 April 2018

Sukmawati Soekarno Putri (foto : Okezone News).
Indikatorbima.com - Semoga Allah tabaraka wataala senantiasa memberikan kelembutan saat saya dan kita semua berbuat khilaf.

Agar umat Islam dewasa berpikir dan tetap menjaga kesantunan dan kebersamaan. Dan Muhammadiyah sangat siap mendampingi ibu Sukmawati Soekarno putri belajar agama Islam. Pernyataan yang luar biasa dari sekretaris umum PP Muhammadiyah bapak Dr Abdul Mu'thi ditengah hiruk pikuk, sumpah serapah, hingga laporan tindak kriminal. Kepada celotehan ibu Sukmawati.

Dan Muhammadiyah seperti orang tua yang hadir dan memeluk pada anaknya yang khilaf. Bukan hadir untuk ikutan mencela atau menguhukum. Inilah wajah Muhammadiyah yang sejati. Hadir bukan untuk melukai, apalagi memberi rasa sakit, tapi mencintai kepada yang khilaf, kita membenci perbuatannya, bukan membenci orangnya, kita urapi dengan cinta dan teladan. betapapun kesalahan tak cukup selesai di meja hakim. Tabayyun dan tawwashoub al marhamah jauh lebih mulia. Dan Muhammadiyah telah cukup memberikan pesan moral yang kuat.

Kita sedang berada di tahun sensi, apapun bisa memicu lahirnya konflik, permusuhan dan kebencian. Dan Muhammadiyah tak perlu larut dalam setiap silang sengkarut. Kami dibawah sudah lelah dan capek. Konflik tentang ushali, qunut shubuh, diba', hingga tahlilan. Sudahlah kita endapkan sekarang, dan tak perlu ditambah dengan selisih baru, saatnya istirahat dan berjabat. Bukan terus menambah deret ikhtilaf. Bukan benci di balas benci, hoax dibalas hoax, fitnah dibalas fitnah, itu bukan cara Islam. Bukan uswah dari nabi saw.

Beberapa bulan terakhir ini saya memang sangat galau melihat mainstream di tubuh Persyarikatan Muhammadiyah yang saya cintai cenderung reaktif, responsif dan mengeras. Menyikapi sebagai soal terutama di dunia politik. Meski selalu berkelit tidak berpolitik praktis tapi tetap saja ada bagian praktis politik yang tidak bisa ditinggalkan. Saya sempat berpikir kenapa tidak ada keseimbangan. Kemana mainstream moderat dan jalan tengahnya. Apakah sudah kalah dan berganti dengan arus baru yang keras dan maaf sedikit radikal dan fundamentalis.

Tapi maaf ternyata saya salah. Muhammadiyah masih tetap utuh dan original. Moderasi Islam yang dibangun Kyai Dahlan di awal berdirinya kini tegak kembali. Pernyataan resmi sekretaris jendral PP Muhammadiyah sudah cukup mewakili. Dan saya sangat suka.

Ibu Sukmawati bukan orang kafer tapi seorang muslimah yang sedang khilaf. Maka kewajiban kita untuk berlemah lembut (ruhamaa' bainahum: Al Fath29). Dia sedang khilaf dan kita berkewajiban memberi nasehat. Dengan lembut hati bukan dengan hati keras lagi kasar agar tidak menjauh ( Ali Imran: 159). Muhammadiyah tetap pada track moderat dan itu mainstream yang harus dikuatkan. Saatnya Muhammadiyah menjadi tenda besar bagi bangsa ini. Tempat berteduh berbagai manhaj dan menjinakkan perbedaan dan kerbhinnekaan. Pekerjaan besar yang harus terus digenapi.

Ibu Sukmawati semoga kembali pulang, dan nyaman tinggal, tempat dimana kakek buyutnya Kyai Haji Hasan Din pernah bergiat mencurahkan segalanya untuk Muhammadiyah. Semoga Allah tabaraka wataala memberi kemudahan, memaafkan segala khilaf, melembutkan hati dan menguatkan tali rahim .... aamiin

Penulis : @nurbaniyusuf
PADMA-Community