Dari Dulu Hingga Kini, Empat Kuliner Khas Bima ini Tetap Dihati
Cari Berita

Advertisement

Dari Dulu Hingga Kini, Empat Kuliner Khas Bima ini Tetap Dihati

Senin, 02 April 2018

Kuliner khas Bima uta ro'o sambi (foto : Imawan)
Indikatorbima.com - Pada tulisan kali ini, penulis akan membahas tentang kuliner khas bima yang sangat enak dan dijamin bikin ketagihan. Dan hingga kini, kuliner khas Bima ini masih tetap digemari oleh masyarakat Bima.

Kuliner khas yang penulis maksud adalah sayur mayur atau lauk pauk ala masyarakat Bima. Apa sajakah itu? Simak ulasannya berikut ini.
Uta mbeca ro'o parongge (foto : Nurmi)
1. Uta Mbeca Ro’o Parongge
Berdeda seperti sayur-sayur pada umumnya, uta mbeca parongge mempunyai banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Karena dalam daun kelor banyak mengandung Potasium, Kalsium, protein, bahkan Vitamin A dalam daun kelor 4 kali lebih banyak dari wortel.

Dari banyaknya kandungan dalam daun kelor tersebut, banyak ilmuan menyebutnya sebagai daun ajaib dan kaya manfaat.

Daun kelor bisa kita jumpai hampir di seluruh Indonesia, dan biasanya masyarakat Bima, menjadikan daun kelor menjadi sayuran, bahkan bisa kita katakan sayur daun kelor sebagai sayuran pokok bagi masyarakat bima.
Mangge Mada (foto : Imawan)
2. Mangge Mada
Mangge mada merupakan salah satu masakan bima yang terkenal. Selain menjadi lauk di rumah, biasanya kuliner ini, disantap ketika hendak jalan-jalan ke pantai atau bertamasya ke tempat lainnya. 

Mangge mada juga, merupakan menu wajib untuk acara-acara penting di Bima. Bahan utama dari mangge mada yaitu dari jantung pisang dan Asam muda dan campuran bahan lainnya, seperti, bawang merah, kemangi, cabe, garam, penyedap rasa.

Biasanya untuk membuat mangge mada (asam) ini terlebih dahulu di ditumbuk tapi jangan terlalu halus karena rasanya akan lebih menggiur jika di tumbuk biasa.
Uta ro'o sambi (foto : Imawan)
3. Uta ro’o Sambi
Kuliner yang satu ini biasanya ditemui saat hajatan-hajatan masyarakat di Bima, seperti pernikahan, do'a selamatan dan hajatan lainnya. Uta Ro’o Sambi terbuat dari daun sambi (kalau dalam bahasa indonesia nggak tau. Hehe).

Ro’o sambi bukan sekedar sayur biasa, tapi dimasak dengan daging dan ditambahkan sedikit santan serta bumbu-bumbu dapur lainnya agar rasanya gurih.

Biasanya ketika hendak memasak Uta ro’o sambi membutuhkan banyak orang, karena tidak bisa dilakukan hanya dengan satu orang karena proses pengolahannya yang cukup lama. Tapi rasanya dijamin caru poda.
Lada kahao (foto : jelajahbima)
4. Lada Kahao
Nikmatnya makan lada kahao rasanya yang lezat dan ingin tambah terus Makanan ini paling khasnya Bima karena identik dengan keistimewaannya. Karena bahan dasarnya rumput laut di tambah kemangi.

Itulah 4 kuliner khas masyarakat Bima yang wajib dicoba. Rasanya enak dan gurih loh.

Penulis : Nur Annisa
Editor   : Siti Hajar