Buku Kalembo Ade; Transformasi Nilai Masyarakat Bima-Dompu
Cari Berita

Advertisement

Buku Kalembo Ade; Transformasi Nilai Masyarakat Bima-Dompu

Kamis, 19 April 2018

Foto : Penulis
Indikatorbima.com - Buku yang ditulis oleh Muhammad Sahrain ini didasari oleh kesadaran akan nilai-nilai yang diwariskan oleh leluhur. Nilai-nilai tersebut dipandang penting sebagai pengontrol dalam kehidupan bermasyarakat, melalui pengetahuan, kesadaran dan laku nyata di ruang sosial.

Buku ini pula mengupas tentang kekerasan dari ujaran-ujaran. Dari sudut pandang bahasa, kekerasan sering terjadi karena motif ujaran. Kekerasan dalam konteks ini yakni bentuk kekerasan simbolik (symbolic violence). Salah satu kekerasan yang diwujudkan melalui perkataan-perkataan dan ujaran kebencian. Dari kekerasan inilah dibutuhkan alat kontrol sosial yang bersifat alamiah dalam diri masyarakat. Dalam konteks interaksi sosial, Kalembo  Ade merupakan sebuah alat kontrol, di dalamanya memuat nilai rasa bahasa yang memanusiakan manusia. 

Berkaitan dengan Kalembo Ade yang telah dikaji secara komprehensif melalui sudut pandang pragmatik (sub-linguistik), Kalembo Ade adalah sebuah fase lokal yang memiliki muatan variasi makna berdasarkan konteks tuturannya dan perannya dalam menetralisir kekerasan. 

Untuk memahami Kalembo Ade yang telah dikemas dalam bentuk Buku berjudul "Kalembo Ade: Tranformasi Nilai Masyarakat Bima- Dompu", di dalamnya telah dibahas tentang variasi makna dan konteksnya, artinya untuk memahami frase tersebut harus berangkat dari konteks ke makna, atau konteks menuju makna . Persoalan ini telah pula dikaji dari sudut  tindak tutur lokusi, ilokusi dan perlokusi dalam perspektif pragmatik. Lebih mendalam, kajian Kalembo Ade ditinjau dari tindak lokusi dalam segi acknowledgment, dimana mengandung varisi makna sebagai permintaan maaf (apologize), ucapan ikut berduka (condole), penerimaan (accept), penolakkan (reject). 

Tidak hanya itu, yang terpenting sekali perlu dipahami dan refleksikan bersama bahwa dalam buku ini dikemukakan representasi nilai-nilai. Sehingga dalam pembahasannya, penulis mengupas sumber nilai, dimana letaknya bersifat humanis dan transenden/ bersifat horizontal dan vertikal. Dalam bahasa lain sebagai representasi dari sikap interaksi sesama manusia dan perwujudan dari perintah tuhan tentang etika dalam sikap sosial. Sehingga ungkapan Kalembo Ade menjadi salah satu contoh konsep bahasa kemanusiaan untuk mewujudkan sikap moral, beradab dan berbudi pekerti luhur. Hal ini terkonstruksi dari kesadaran kolektif, kesadaran emosional dan pengalaman bersama oleh setiap individu dari masyarakat bahasa Mbojo.

Penulis : Sahrain Paradise