Urgensi Edukasi Politik untuk Masyarakat Sanggar
Cari Berita

Advertisement

Urgensi Edukasi Politik untuk Masyarakat Sanggar

Minggu, 25 Maret 2018

Iluatrasi (foto : harapanrakyat)
Indikatorbima.com - 2018-2019 merupakan tahun politik Indonesia. Banyak isu yang berterbangan kesana kemari terkait calon yang akan maju pada PEMILU (Pemilihan Umum) nantinya. Pemilu merupakan pesta demokrasi Indonesia yang diadakan setiap lima tahun sekali. Seluruh wilayah Negara Indonesia sedang hagat berbicara tentang wacana yang dibuat oleh para elit politik, mulai dari bakal calon-calon yang akan maju sampai dengan suksesi pemilu.

Masyarakat Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima NTB menyambut tahun politik dengan semangat yang sangat menggebu-gebu, terlihat dari banyaknya masyarakat yang beretorika tentang pemilu mulai dari kalangan muda sampai kalangan tua. Semangat yang menggeu-gebu merupakan tanda yang sangat positif bagi masyarakat Sanggar, dalam artian semakin banyak masyarakat yang sadar akan politik. Wacana-wacana yang bermunculan ditengah masyarakat Sanggar mempengaruhi peta politik Kecamatan Sanggar. Sekarang menurut penulis telah tampak dua gerbong politik di Sanggar yaitu gerbong kaum muda dan kaum tua.

Dua gerbong ini terlihat dari wacana yang dimunculkan oleh kalangan muda berbeda dengan wacana yang dimunculkan kalangan tua. Melihat peta politik yang seperti ini, masyarakat sanggar masih sangat sulit untuk menyatukan suara. Mengingat Sanggar belum mempunyai sosok di tataran legislatif (DPRD), akan sangat sulit juga untuk Sanggar mendelegasikan sosok tataran legislatif dengan peta politik yang seperti ini. Walaupun untuk saat ini wacana yang dibahas lebih mengarah ke calon Gubernur, akan tetapi besar kemungkinan peta politik yang dibangun ini akan menjalar ke calon legislatif maupun calon presiden. Hal ini merupakan persoalan pertama yang harus direnungkan masyarakat Sanggar.

Persoalan lain yang harus diperhatikan oleh masyarakat Sanggar adalah pemahaman politik yang masih sangat dangkal. Ini bukan untuk kalangan dewasa keatas akan tetapi untuk masyarakat yang masih remaja yang turut ikut menikmati dinamika politik yang sedang terjadi. Banyak kalangan remaja masyarakat Sanggar yang hanya sekedar ikut berbicara tentang wacana politik namun tidak mehami apa itu politik. Disinilah letak urgensi edukasi politik untuk masyarakat Sanggar.

Masyarakat Sanggar harus memahami politik mulai dari akar samapai ke permukaannya. Karena memang memahami politik merupakan salah satu cara supaya masyarakat tidak tertipu oleh elit politik yang menggunakan cara kotor dalam praksis politiknya dan juga masyarakat Sanggar tidak termakan oleh politik. Para tunas muda Sanggar benar-benar perlu mengetahui dan memahami tentang politik.

Politik tidak hanya membicarakan persoalan publik, kampanye-kampanye pemilu, dan pemerintahan. Politik juga berbicara tentang aspirasi, tujuan, dan nilai-nilai kemanusiaan dimana manusia sebagai makhluk politik harus memperjungkan aspirasi, tujuan, dan nilai-nilai kemanusiaan yang menurutnya benar. Dalam hal praksis politik tidaklah berwarna putih ataupun hitam melainkan abu-abu, dari sini masyarakat harus menentukan keberpihakan terhadap calon atau partai politik demi tujuan dan cita-cita bersama bukan untuk tujuan dan cita-cita pribadi.

Penulis : M.Fitra Muhayah