Pemilihan Ketua BEM di IAIM Bima Berujung Kericuhan
Cari Berita

Advertisement

Pemilihan Ketua BEM di IAIM Bima Berujung Kericuhan

Rabu, 21 Maret 2018

Foto : Kondisi meja dan kursi di salah satu ruang perkuliahan mahasiswa usai kericuhan.
Indikatorbima.com - Proses pemilihan ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) periode 2018-2019 Institut Agama Islam Muhammadiyah (IAIM) Bima berujung kericuhan antar mahasiswa. Akibat kericuhan yang terjadi sekitar pukul 11.00 WITA tadi, debat kandidat terpaksa dibatalkan dan seorang mahasiswa terkena pukulan serta beberapa fasilitas kampus, seperti meja dan kursi perkuliahan alami kerusakan, Rabu (21/03/18).

Asmudiyanto salah satu calon ketua BEM IAIM Bima yang dinyatakan tidak lolos karena dinilai tidak memenuhi syarat bersama beberapa anggotanya melakukan aksi protes dengan mengagalkan acara debat kandidat ketua BEM IAIM Bima yang dilaksanakan di salah satu ruang perkuliahan mahasiswa. Aksi protes tersebut dilakukan karena adanya dugaan diskriminalisasi dan intervensi yang dilakukan oleh pihak-pihak terkait terhadap KPUM.

"Kami menduga ini permainan pihak kampus dan KPUM. Kami menganggap ini intervensi dan diskriminalisasi terhadap salah satu saya," tuturnya kepada Indikator Bima.

"Karena itu kami melakukan aksi protes kepada pihak kampus agar tidak melakukan intervensi dan KPUM agar tetap independent dalam melaksanakan pesta demokrasi mahasiswa," lanjut Asmudiyanto.

Lebih lanjut, Asmudiyanto berharap agar KPUM dalam melakukan verifikasi calon tetap dalam keadaan independent tanpa adanya intervensi dari pihak kampus. Agar mahasiswa benar-benar mendapatkan kebebasan dalam mengikuti pesta demokrasi di dalam kampus.

"Saya berharap, KPUM dalam melakukan verifikasi calon tetap independent. Mahasiswa benar-benar diberikan kebebasan untuk mengikuti pesta demokrasi tanpa adanya intervensi dan diskriminalisasi dari pihak manapun terhadap para calon," harapnya. 

Klarifikasi dan ralat, bahwa pernyataan dibawah ini yang dibuat miring dan tebal seluruhnya telah terjadi kekeliruan dan kesalahan, sebagaimana yang dimuat pada berita klarifikasi :

Baca : Klarifikasi Ahmadin dan Permintaan Maaf Pihak Indikator Bima

Menanggapi peristiwa kericuhan tersebut, Ahmadin selaku ketua KPUM mengakui, bahwa pihaknya telah melakukan kesalahan dalam proses verifikasi para calon. Selain itu, Ahmadin juga mengungkapkan bahwa pihaknya merasa dilemah akibat tekanan dan intervensi dari pihak-pihak terkait.

"Kami mengakui bahwa, ini murni kesalahan kami. Kami kurang memahami aturan dan kami menduga ada pihak-pihak terkait yang melakukan intrvensi. Sehingga kami merasa dilematis," terangnya kepada Indikator Bima.


Ahmadin menjelaskan bahwa pihaknya akan melakukan musyarawarah ulang bersama pihak kampus dan para calon untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Selain itu, Ahmadin juga mengatakan bahwa, pihaknya akan berupaya meloloskan Asmudiyanto sebagai bentuk pertanggungjawaban atas kesalahan yang mereka lakukan.


"Kami akan melakukan musyawarah dengan pihak kampus dan para calon, dan kemungkinan besar calon yang awalnya dinyatakan tidak lolos akan diloloskan kembali untuk menebus kesalahan kami dan untuk kelancaran proses demokrasi kampus," jelasnya.



Sampai dengan berita ini ditulis, situasi di kampus IAIM Bima sudah kondusif dan Indikator Bima masih melakukan upaya konfirmasi dengan pihak kampus IAIM Bima untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Reporter : Furkan As
Editor      : Fuad D Fu