Mandat Lingkungan Dari Komunitas Jao Bima Untuk Pasangan Calon Kepala Daerah 2018
Cari Berita

Advertisement

Mandat Lingkungan Dari Komunitas Jao Bima Untuk Pasangan Calon Kepala Daerah 2018

Senin, 12 Maret 2018

Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bima tahun 2018 (foto : Komunitas Jao Bima).
Indikatorbima.com - Pada tahun 2018 akan digelar Pilkada secara serentak di 17 Provinsi, 39 Kota dan 115 Kabupaten di seluruh Indonesia. Kita senua sependapat bahwa pilkada bukan hanya ajang menebar janji, namun tempat untuk menilai keseriusan dan komitmen para kontestan untuk melaksanakan janji politiknya.

Untuk wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), salah satu tantangan serius para calon kepala daerah adalah menemukan jalan untuk menangani berbagai macam persoalan-persoalan lingkungan yang terjadi.

Baca juga : Faktor-Faktor Kepemimpinan Daerah yang Menjadi Penyebab Masalah Lingkungan

Pertanyaannya, berapa banyak kandidat kepala daerah di NTB baik itu pasangan Calon Gubernur-Wakil Gubernur, Bupati - Wakil Bupati, Walikota-Wakil Walikota yang menjadikan isu lingkungan sebagai platform kampanye? Kita wajib mengerutkan dahi, di tengah banyaknya bencana lingkungan yang di hadapi oleh setiap kabupaten/Kota di wilayah NTB, kita tidak menemukan rekam komitmen kandidat calon kepala daerah yang menyajikan isu lingkungan sebagai platform, minimal tolak ukurnya ada pada setiap alat peraga kampanye kandidat calon. Miris memang, panen bencana hanya berbanding lurus dengan panen alat peraga, nihil gambaran bagi upaya penagulangan persoalan lingkungan.

Isu lingkungan hidup Harus menjadi Wacana Diskursus Pilkada Serentak di NTB Muncul Pertanyaan mengapa Para Kandidat Calon yang ikut Kontestasi Pilkada Tahun 2018 ini tidak menyuarakan atau menjadikan Isu Lingkungan Hidup Menjadi salah satu Platform Kampanye mereka? Padahal Masyarakat NTB sedang berhadapan dengan Masalah Lingkungan dan Bencana Lingkungan Hidup yang berujung jatuhnya Korban Harta dan Nyawa.

Kita tidak bisa sengaja menutup mata dan menafikkan Fakta bahwa Selama Kurun waktu beberapa Tahun Ini, masalah lingkungan silih berganti bertransformasi menjadi bencana. Kondisi ruang dan lingkungan Hidup semakin Rusak dan Tercemar oleh aktivitas Manusia dan Pembangunan.

Berdasarkan catatan Akhir Tahun Lingkungan Komunitas Hijau Jao Bima Tahun 2017, salah satu Isu Strategis Lingkungan Hidup Di wilayah NTB adalah mengembalikan daya dukung daerah aliran sungai terutama pada hulu DAS. Salah satu indikator menurunya daya dukung DAS wilayah NTB adalah munculnya banjir bandang di beberapa wilayah. Tercatat, Menyusutnya Tutupan Hutan, Berkurangnya Wilayah Resapan dan Tangkapan Air, Alih Fungsi Hutan/Lahan, memberi banyak kontribusi terhadap meningkatnya bencana Lingkungan NTB. 

Selain Itu, Komunitas Hijau Jao Bima mendesak perlunya integrasi program setiap sector. Integrasi program setiap sector mampu menekan munculnya program sektoral yang kontra produktif dengan program sector lain. Pada wilayah inilah, kebijakan dan komitmen politik pimpinan daerah begitu signifikan mempengaruhi.

Penulis : Aden Junaidi Rahmat