Maksimalkan Peran Perempuan Era Milenial, Laki-Laki Harus Ikut Andil
Cari Berita

Advertisement

Maksimalkan Peran Perempuan Era Milenial, Laki-Laki Harus Ikut Andil

Minggu, 25 Maret 2018

Usai kegiatan dialog publik, anggota HMW melakukan foto bersama.
Indikatorbima.com - Di era milenial peran perempuan memang mulai redup, prestasi perempuan kini sudah jarang terlihat. Memang perempuan seharusnya terispirasi dari Kartini dalam perkembangannya, dan sangat penting adanya dukungan dari laki-laki.

Dalam surat-surat Kartini masuk berbagai dialog yang sangat menginspirasi, berangkat dari itu Himpunan Mahasiswa Wera (HMW) Bima Makassar optimis dalam meningkatkan kualitas perempuan di era milenial, terkhusus perempuan asal Wera Kabupaten Bima.

Sebab itu, untuk mengoptimalkan peran perempuan sebagai rahim peradaban di era milenial, minggu 25 Maret 2018 HMW gelar dialog publik di aula perpustakaan wilayah Sulawesi Selatan. Mahasiswa Bima Makassar sangat antusias dalam kegiatan tersebut, terutama kaum perampuan Wera kabupaten Bima.

Kegiatan dialog publik yang dibuka dengan resmi oleh dewan pembina HMW Bima Makassar Dr. Buhari Fakkah S.Pd, M.P.d ini diikuti puluhan mahasiswi maupun mahasiswa Bima Makassar dari berbagai universitas, minggu (25/03/2018) pukul 10.00 WITA.

Dalam sambutannya Dr. Buhari Fakkah menyampaikan bahwa, "Memaksimalkan peran perempuan tentu laki-laki harus ikut andil didalamnya supaya tidak kelihatan diskriminatif dalam upaya kemanusiaan seperti ini".

Diakui Dewan Pembina HMW Dr. Buhari, bahwa di gelarnya dialog tersebut, HMW Makassar memiliki kesadaran dan misi keumatan dalam merespon kemunduran yang terjadi sekarang, yang memang mengundang banyak perhatian para umat manusia.

"Sebuah peradaban besar itu lahir dari rahim-rahim yang berkualitas,"ujar Dr. Buhari Fakkah.

Sementara itu, Abdul Furad ketua umum HMW menilai, bahwa dalam perkembangan zaman yang semakim modern, fenomena perempuan memang sangat memprihatinkan, sebab perempuan sudah hilang kendali dalam ranah pendidikan bahkan budaya dan agama. 

"Kegiatan ini akan memberikan kontribusi rill sebagai acuan dalam merubah kebiasaan dan budaya perempuan, sehingga perempuan dalam dinamika disorder menuju perempuan yang memiliki budaya, progresif dan tertib," harap Abdul Furad.

Selain itu, sangat menarik yang disampaikan narasumber Muhamad Akbar RJ, bahwa kaum perempuan dalam perkembangannya harus bisa memelihara adat istiadat sebagai anak pribumi, dengan tidak memenjarakan pola pikir yang harus sejalan dengan perkembangan zaman. 

"Bukan berarti kita harus meninggalkan kepribadian kita sebagai anak pribumi, karena modernisasi itu rasionalisasi bukan westernisasi," tutup Muhamad Akbar RJ. 

Reporter : Lahfin Uma Peka
Editor      : Subhan Forest