Kisah Sedih Mahasiswa, Makan Tepung Pelicin Karambol Penahan Lapar
Cari Berita

Advertisement

Kisah Sedih Mahasiswa, Makan Tepung Pelicin Karambol Penahan Lapar

Minggu, 04 Maret 2018

Foto : Ilustrasi mahasiswa
Indikatorbima.com - Mahasiswa adalah perantau ulung yang jauh dari rumah, jauh dari orang tuan, keluarga dan kampung halaman. Tidak jarang mereka kehabisan uang bahkan persediaan beras hingga akhirnya mereka harus kelaparan ditanah orang. Hal itu pernah dialami oleh beberapa mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah ini, tiga sahabat yang berasal dari daerah Bima, Madiun, dan Sumbawa. Mereka pernah lapar dan terpaksa menggoreng tepung pelicin karambol, Minggu (04/03/18).

Tiga mahasiswa yang berinisial F (24) tahun dari Bima, FS (25) dari Madiun, dan S (25) tahun dari pulau Sumbawa. Mereka adalah mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Malang, kesemuanya satu angkatan dan satu jurusan, yaitu jurusan PPKn (Civic Hukum). Mereka tinggal satu kontrakan di kompleks Embong Anyar, Kota Malang.

"Dulu kita tinggal satu kontrakan, tepat pada malam itu kita tidak punya apa-apa, tidak ada uang dan kehabisan beras. Yang ada cuman tepung karambol," cerita F kepada Indikator Bima ketika mengobrol di sebuah warung kopi di Kota Malang.

Lanjut dia bercerita, saat itu benar-benar sudah malam (02.00 WITA). Sejak pagi mereka belum makan. Usaha meminjam uang kepada rekan-rekan mahasiswa yang lain sudah di upayakan sejak siang. Namun, rekan-rekannya juga sedang tidak punya uang. Malam pun tiba, untuk mengisi waktu mereka biasanya main karambol. 

"Belum pada makan sejak pagi, kita minta pinjaman kemana-mana nggak ada yang bisa bantu. Sama-sama nggak ada uang. Orang tua baru bisa kirim besoknya" Tutur FS.

Ditengah permainan karambol yang sangat membosankan karena diganggu oleh perut yang keroncongan menjerit meminta makan. Tibalah ide S untuk membuat makanan sementara penahan lapar dari tepung pelicin karambol (tepung Han Kwe).  
"Waktu itu lagi main karambol bertiga kan, Tiba-tiba S celetuk dan mengusulkan goreng tepung," ungkap F.

Saat itu tepung Han Kwe tersisa lima bungkus, dan benar saja usulan S tersebut disambut baik oleh FS. Mereka pun segera bergegas untuk menggoreng tepung yang dimaksud. Ya, 5 bungkus dicampur begitu saja dengan air, lalu di goreng bersama. Biasanya FS tukang masak handal di kontrakan itu, tidak diragukan lagi kemampuannya dalam mengolah bahan-bahan makanan untuk dimasak enak.

"Kita duduk nungguin dia masak, penasaran gimana rasanya tepung pelicin karambol hasil masakan dia," tutur F. 

Setelah digoreng, F mengatakan bentuk tepung Han Kwe setelah digoreng menjadi tidak menentu, tidak jelas bentuk dan warnanya, tapi rasanya lumayan enak. 

"Nggak ada bentuknya, warnanya entah coklat apa abu. Tapi rasanya lumayan kok. Apa karena pasa lagi lapar aja yah," terang F lalu tertawa.

Menutup ceritanya, F dan FS benar-benar merasa bersyukur pernah mengalami hal itu. Mereka merasakan, betapa tantangan dan cobaan saat menuntut ilmu ditanah orang benar-benar nikmat dan berkesan. Pengalaman itu benar-benar tidak bisa mereka lupakan, dan mereka berjanji akan menceritakan pengalaman itu kepada anak dan istrinya kelak.

"Pengalaman itu benar-benar tidak bisa dilupakan. Betapa nikmatnya perjalanan ketika menuntut ilmu. Akan kami ceritakan pada anak dan istri nanti," tutup FS.

Seperti yang diketahui, tepung Hun Kwe merupakan tepung dari kacang hijau. Tepung ini berwarna putih dan biasanya dikemas dengan kertas berbentuk silender sekitar 18 cm. Jika dimasak tepung ini aromanya harum dan berwarna bening dan kenyal teksturnya. Biasanya diolah menjadi cendol, kue pisang atau puding. Karena agak unik aromanya maka tepung ini sulit diganti dengan tepung lain. Meskipun bisa juga diganti dengan tepung kanji dengan hasil sedikit berbeda.

Kamu punya pengalaman apa saat menjadi mahasiawa? Apakah pernah mengalami pengalaman yang sama dengan teman-teman diatas? Atau ada pengalaman yang lain? Yuk kita ceritakan sebagai kenang-kenang dan pelajaran hidup untuk orang lain terutama untuk diri kita sendiri. 

Reporter : Izul Islamudin
Editor      : Fuad D Fu