Kesenjangan Tanah dan Peluang Kembali Tumbuhnya Komunis
Cari Berita

Advertisement

Kesenjangan Tanah dan Peluang Kembali Tumbuhnya Komunis

Selasa, 27 Maret 2018

Ilustrasi (foto : monitor)
Indikatorbima.com - Waspadai komunis kembali bangkit ketika kepemilikan tanah tidak merata. Segelintir orang menguasai banyak tanah dan banyak orang berjubel di kamar-kamar sempit dan pengap, maka ideologi komunis bakal tumbuh subur. Akan lahir tuan borju yang didukung kawanan pemakai baju besi dan bayonet melawan kaum proletar tertindas dengan baju sehelai.

Sedikit orang menguasai sumber-sumber kekayaan, menguasai hajat hidup orang banyak. Sumber air, perhutanan, sungai, laut, pertambangan, makanan, peternakan dan perikanan. Bahkan udara. Dan banyak orang hidup dalam berkekurangan. Kesulitan mendapatkan makanan, air dan fasilitas umum lainnya yang di abaikan. 

Orang sedikit yang kuat melawan orang banyak yang tertindas. Dan negara hanya sibuk dengan urusannya sendiri. Para politisi bingung dengan bilik suara. Para pedagang tertuju pada laba dan rugi. Para ulama sibuk berikhtilaf. Maka tunggu saja ideologi komunis akan tumbuh kembali tanpa komando.

Karl Marx bukan hantu, ia hanya seorang sosiolog yang mengkonsep dan memberi nama komunis pada teori yang ditemukan. Meski pada perkembangannya teorinya tak pernah sukses karena masyarakat komunal yang diidamkannya melawan fitrah humanitas. Keadilan kumulatif tak banyak laku dan perlahan dimarjinalkan.

Tapi jangan lupa bahwa komunis tak butuh pembuktian apakah keadilan kumulatif bisa ujud atau sebaliknya. Sebab komunis hanya butuh kondisi untuk tumbuh. Saat kesenjangan begitu lebar. Orang kaya rakus menguasai banyak hajat hidup dan politisi banyak omong dan janji di panggung politik maka komunis tumbuh dengan berbagai nama.

Tidak penting apakah data yang disampaikan Amien Rais benar atau kurang valid. Apakah ngibul atau hanya pencitraan tapi ruh politik rakyat akan mencandra sebagai sesuatu perampokan atas miliknya yang paling berharga. Siapa berhak atas tanah, itu soal besarnya. Dan itu bisa menimbulkan kemarahan rakyat dengan beragam cara.

Di Jl. Peneleh VII No. 29-31 rumah milik HOS Tjokroaminoto, guru sekaligus bapak kos.Musso ada bersama Soekarno, Alimin, Semaun, dan Kartosuwiryo. Musso, Alimin, dan Semaun dikenal sebagai tokoh Islam berhaluan kiri Indonesia. Sedangkan nama yang terakhir, menjelma menjadi tokoh Darul Islam, ekstrem kanan. Mereka dicatat dalam sejarah perjalanan revolusi di Indonesia.

Musso menjadi salah seorang sumber ilmu Bung Karno dalam setiap percakapan. Seperti misalnya saat Musso menyoal penjajahan Belanda, “Penjajahan ini membuat kita menjadi bangsa kuli dan kuli di antara bangsa-bangsa.” Muso akrab berteman dengan Stalin dan fasih bercakap bahasa Rusia.

Gagasan Muso tak ada yang salah. Gagasan populis yang memperjuangkan hak-hak rakyat yang dirampas. Gagasan ini banyak dimusuhi karena melawan kemapanan dan membongkar perselingkuhan penguasa dan pemilik modal yang menjarah. Pada awalnya Muso hanya melawan penjajah yang menguasai banyak tanah dan sumber sumber kekayaan lainnya.

Tapi Muso anak santri putra Kyai Hadji Hasan Muhyi dan bu Nyai Juru ini kalah. Dan dijadikan hantu bagi setiap yang merasa kemapanan nya bakal diganggu. Muso mungkin mati atau lari entah dimana. Tapi ide perlawanan rakyat atas tanah yang dirampas tak bakal mati.

" .... supaya harta itu tidak hanya beredar dikalangan orang-orang kaya diantara kamu .. ". Penggalan Surat Al Hasyr:7. Agar harta disebar merata sesuai kebutuhan. Bukan kumulatif dengan menghilangkan prestasi personal tapi juga bukan kapitalistik tanpa batasan.

Melawan komunis dengan cara represif hanya berhasil di permukaan tapi akarnya akan kian menguat. Dan menjalar kemana mana. Potong saja kesenjangan si-borju dan si-proletar maka komunis akan sekarat mati ... ". Wallahu a'lam.

Penulis : @nurbaniyusuf Komunitas Padhang Makhsyar