Kasus Hukum yang Menimpa Desa Karampi Tuai Tanggapan Serius Dari Pemuda
Cari Berita

Advertisement

Kasus Hukum yang Menimpa Desa Karampi Tuai Tanggapan Serius Dari Pemuda

Rabu, 14 Maret 2018

Foto : Romansyah salah satu pemuda Desa Karampi
Indikatorbima.com - Dua kasus yang dilaporkan oleh Afriadin, yaitu dugaan tindak pidana Mark Up ADD dan tindak pidana pencemaran nama baik yang diduga dilakukan oleh Kades Karampi Drs. Rifdun H. Hasan menuai tanggapan serius dari pemuda Desa Karampai, Kecamatan Langgud, Kabupaten Bima. Mereka mendesak agar kasus hukum yang menimpa Desa Karampi segera diselesaikan, Rabu (14/03/18).

Sebagaimana yang diketahui, Rifdun H. Hasan dilaporkan oleh aktivis hukum Afriadin, SH. Bersama rekannya Usrah pada tanggal 29 Januari 2018 lalu, terkait kasus dugaan tindak pidana Mark Up Alokasi Dana Desa (ADD) dan laporan terkait dugaan tindak pidana pencemaran nama baik pada tanggal 07 Februari 2018 lalu, Belum juga selesai. Hal itu sangat disesali oleh pemuda desa Karampi.

Sebab, dalam pelaporan tersebut tidak berujung penyelesai secara hukum yang jelas atas kedua belah pihak, baik itu pihak pelapor maupun terlapor.

"Kami sangat bimbang terkait persoalan ini, pemuda dan masyarakat Karampi merasa sangat dirugikan atas permasalahan ini, terlebih lagi nama Karampi tercemar oleh karena persoalan ini," ucap Romansyah, S.Pd salah satu pemuda Desa Karampi kepada Indikator Bima.

Sementara itu pemuda Desa Karampi lainnya, Rafiuddin, SE. Alumni UIN Alauddin Makassar, mengatakan, bahwa semua pihak harus bertanggungjawab untuk memulihkan nama baik Desa Karampi.

"Siapapun itu, karena kami melihat dari sudut pandang Karampi bukan atas sudut pandang subjektif atau individu," tegasnya.

Ditempat yang terpisah, pemuda rantau di Makassar asal desa Karampi Mudzakir menyatakan sikap mendukung bagi siapapun di desa Karampi untuk sama-sama menjaga nama baik desa.

"Apapun yang teman- teman pemuda karampi sekarang lakukan kalau demi menjaga nama baik karampi kami dari perantau siap mendukung," harapnya. 

Reporter : Lahfin Uma Peka
Editor      : Subhan Forest