Hutan di Lambitu Gundul, ini yang Akan Dilakukan BKPH Maria Donggomasa Bima
Cari Berita

Advertisement

Hutan di Lambitu Gundul, ini yang Akan Dilakukan BKPH Maria Donggomasa Bima

Minggu, 11 Maret 2018

Ahyar HMA, S.Hut. Selaku Kepala BKPH Maria Donggomasa Bima
 Indikatorbima.com - Balai Kesatuan Pengelolaan Hutan (BKPH) Maria Donggomasa akan segera meminimalisir dampak pembabatan atau penggundulan hutan yang terjadi di Desa Teta, Kecamatan Lambitu, Kabupaten Bima NTB. Tindakan tersebut, berupa reboisasi seluas 150 Ha dan peningkatan tutupan lahan dengan memberi bantuan bibit kepada masyarakat setempat, Minggu (11/03/18). 

Kepala BKPH Maria Donggomasa Ahyar HMA, S.Hut. mengungkapkan, bahwa pihak sudah menerima laporan terkait musibah tanah longsor dan tanah retak yang terjadi di Desa Teta, Kecamatan Lambitu. Oleh karena itu, pihaknya akan melakukan upaya peningkatan tutupan lahan dengan memberikan bantuan bibit kepada masyarakat. 

"Sudah ada laporan dari resort kami, tanah longsor tersebut berada +/-1 km diluar batas kawasan hutan yang menjadi wilayah kewenangan kami. Namun demikian, kedepan akan juga menjadi bagian yang menjadi perhatian kami untuk upaya peningkatan tutupan lahan. Salah satunya dalam bentuk bantuan bibit kepada masyarakat pemilik lahan," jelasnya. 

Ahyar mengatakan pihaknya sudah merencanakan untuk mendatangkan dan memberi bantuan tanaman produktif yang sesuai dengan iklim di Kecamatan Lambitu. 

"Rencana kami di 2018 akan mencoba menginput bantuan tanaman produktif dan buah seperti durian, mengingat iklim lambitu yang cukup mendukung," ungkapnya. 

"Untuk penanganan lahan kritis terbuka dalam kawasan hutan terus kita upayakan melalui RHL Reboisasi," lanjutnya. 

Ahyar pun membenarkan, bahwa hutan lindung yang berlokasi di Lambitu memang ada yang gundul, namun penggundulan tersebut bukan lagi perladangan baru, sementara untuk hutan produksi bukanlah wewenangnya.

"Untuk lokasi HL memang ada yang gundul namun, itu bukan perladangan baru. Tahun ini akan direboisasi seluas 150 ha. Sementara untuk hutan produksi adalah areal konsesi HTI PT. Koinesia," tuturnya. 

Lebih lanjut, Ahyar mengungkapkan kendala yang selama ini sering mereka alami, yaitu masih rendahnya kemauan masyarakat dalam menanam pohon di ladangnya. Disamping itu, pihaknya juga tidak punya wewenang untuk menekan masyarakat karena status lahan adalah milik pribadi. 

"Hal yang menjadi kendala bagi kami dalam mendorong peningkatan tutupan vegetasi pohon pada lahan masyarakat (diluar kawasan hutan) adalah masih rendahnya kemauan masyarakat untuk menanam pohon di lahan milik. Sementara dari sisi legal standing kami untuk menekan pemilik lahan lemah karena status lahan adalah lahan milik/privat," 

"Apalagi wilayah lambitu adalah wilayah hulu DAS yang menjadi penyangga bagi wilayah hulu yang ada di Kecamatan Belo, Palibelo dan Kota Bima," tutupnya. 

Reporter : Furkan As 
Editor    : Fuad D Fu