Hebat! Dosen BK STKIP Bima Dirikan Kampung Baca
Cari Berita

Advertisement

Hebat! Dosen BK STKIP Bima Dirikan Kampung Baca

Minggu, 18 Maret 2018

Suasana anak-anak yang sedang baca dan belajar di perpustakaan kampung.
Indikatorbima.com - Membaca merupakan salah satu kebutuhan setiap manusia, baik itu untuk memperluas wawasan, maupun untuk kemajuan Nusa dan Bangsa. Di Kota Bima, Hadir Tokoh penggerak Amirudin, S.Pd., M.Pd. Beliau adalah dosen di STKIP Bima yang merupakan Alumni dari Pasca Sarjana Universitas Negeri Malang yang berhasil mengubah salah satu kampung di Kota Bima menjadi Kampung Baca (Perpustakaan Kampung), Minggu, (17/03/2018).

Kampung Baca yang terletak di Jl. Gatot Subroto, RT.06/RW.02 Sadia 2 kelurahan Sadia, Kota Bima dirintis sejak tanggal 31 Desember 2017. Dengan bermodalkan niat dan kemauan besar membangun literasi di Kota Bima, Amiruddin berhasil merintis Perpustakaan yang tempatnya diberikan oleh Mantan Sekda Kota Bima (Ir. H. Rum) berukuran lebar 1 Meter dan panjang 5 Meter. 

Amirudin menyatakan, dengan diadakannya Kampung Baca tersebut, bisa membantu mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya generasi-generasi yang ada di Bima.

"Saya menamakan Perpustakaan ini dengan nama Perpustakaan Kampung Sadia, dengan tujuan untuk mencerdaskan dan membantu pemerintah dalam mencerdaskan anak-anak bangsa. Apalagi anak-anak zaman sekarang banyak yang bermain dan waktunya terbuang begitu saja", tuturnya kepada Indikatorbima. 

Jumlah anggota yang berpartipasi di antaranya yang mengajar anak-anak dan yang mengelola perpustakaan ada 5 orang, 3 laki-laki dan 2 perempuan, yang juga dibantu oleh alumni Jurusan BK STKIP di Bima.
Keseruan dan kebersamaan usai belajar dan membaca di kampung baca
Sesekali untuk mencari suasana baru, pengurus Perpustakaan Kampung membawa anak-anak refresing ke luar, menggunakan kendaraan roda tiga, supaya anak-anak tidak jenuh jenuh untuk belajar.

"Jika kami ke luar baca-baca di taman kota, kami harus pakai motor tiga roda, kemarin baca di batas Kota Bima dengan tujuan baca di luar supaya anak - anak tidak merasa jenuh baca di tempat pustaka," tuturnya.

"Untuk kendaraan kami memakai motor 3 Roda, yang saya sewa dan  saya sering pinjam milik ketua RT kami , Kadang kami hanya isi bensin saja, alhamdulillah Ketua RT baik hati bisa membantu kami dalam membantu mencerdaskan anak Bangsa," lanjutnya.

Sekitar 200 Buku yang ada di perpustakaan yang didapatkan dari sumbangan Lurah Sadia, Amirudin juga mengeluhkan kekurangan buku.

"Sumbangan buku dari Lurah Sadia sekitar 200 eksamplar tapi buku-buku itu hanya buku keterampilan saja (skill) kami sekarang  kurang buku untuk anak - anak," 

Amiruddin menyatakan, sejauh ini belum ada bantuan pemerintah dan hal tersebut sangat disayangkan.

"Belum ada bantuan hanya saja kemarin ada bantuan buku tulis dan pensil dari Komunitas Babuju dan alhamdulillah buku tulis itu saya bagikan untuk anak - anak," terangnya.

Keinginan Amirudin untuk mendirikan perpustakaan memang sedah lama, tapi tapi baru terwujud tahun 2017 kemarin," lanjutnya lagi.

"Sebenarnya sudah lama dari tahun 2007 ketika tapi di tahun 2017 baru terwujud seperti ini. Dulu pernah ada saya simpan buku-buku di teras rumah, tapi karena saya harus lanjut kuliah di malang akhirnya sementara tidak jalan dan buku buku lama yang di sumbangkan oleh bang Alan Malingi tapi buku buku itu di bawa banjir bandang kemarin," jelasnya.

Total buku sampai dengan hari ini 359 tapi buku -  buku skill atau keterampilan seperti mahir membuat kerajinan tanah liat, buku - buku elektronika dan otomotis hanya buku buku sperti itu. Perpustakaan Kampung Sadia beroperasi setiap hari ba'da Ashar, akan tetapi, jika hujan kadang-kadang sampai 3 hari setiap minggu dan program perpustakaan Kampung Sadia yakni membaca, menggambar, mewarnai, menghafal ayat-ayat pendek. Peminat dari perpustakaan kampung tersebut lumayan banyak, terbukti yang ikut perpartisipasi dari kalangan pelajar sampai ibu-ibu rumah tangga.

"Alhamdulilah semua kalangan ikut berpartisipasi Ada SD/SMP/SMA, bahkan ibu-ibu rumah tangga juga, karena ada buku buku keterampilan untuk ibu-ibu. Tak ada kata pamrih dalam mencedaskan kehidupan bangsa, sosok Amirudin bisa menjadi contoh yang baik bagi kemajuan Bima ke depannya, karena beliau tidak mengharapkan digaji, tetapi ingin mengabdi untuk bangsa dan negara".

"Kami hanya mengabdi saja untuk generasi dan tidak digaji, semoga dengan adanya perpustakaan kampung sadia kami mampu mencerdaskan generasi dan membantu program pemerintah dalam mencerdaskan anak anak bangsa di bidang literasi," tutupnya.

Reporter : Taufiqurrahman
Editor      : Fuad D Fu