Bukan Hanya Belajar Dari Padi, Manusia Juga Bisa Belajar Dari Jagung
Cari Berita

Advertisement

Bukan Hanya Belajar Dari Padi, Manusia Juga Bisa Belajar Dari Jagung

Minggu, 11 Maret 2018

Foto : Metronews.com
Indikatorbima.com - Saya pernah berjalan ke sebuah kampung tepatnya Desa Karampi Langgudu Bima, Kebetulan pada waktu itu saat lagi liburan semester genap. Ada beberapa teman mahasiswa yang sedang asik berdiskusi tentang mau dibawa kemana Desa Karampi ini kedepannya sembari bakar jagung. 

Ide dan pemikiran idealisnya mahasiswa muncul dengan berbagai pandangan dan teori-teori, semua saling bertanya dan menjawab dengan masing-masing ide. 

Tiba-tiba semua tersentak diam dengan pertanyaan seorang kakek yang biasa di panggil ompu Hasa, pemilik kebun jagung, "anak-anakku yang sudah pandai dan sekolah tinggi, kalian tahu kenapa jagung yang ini kerdil (Bima: garonci), dan kenapa sebagian lagi hasilnya bagus?". 

Seketika semua hening, dan satu persatu menjawab, "karena kekeringan, karena kurang pupuk, dan lainnya". 

"Bukan masalah demikian, karena kekeringan, kurang pupuk, dan lain-lain, tetapi, karena di tanam terlalu rapat," jawab Ompu Hasa menyalahkan jawaban mahasiswa. 

Seketika kami bingung, apa maksudnya Ompu Hasa, tiba-tiba Ompu Hasa menjelaskan, "jadi maksudnya saya, untuk kalian yang muda, janganlah banyak bicara yang tidak ada tindakan realitanya, maka hasilnya akan seperti jagung ini, kerdil. Jika sesuatu kalian lakukan dengan sungguh-sungguh tanpa banyak alasan dan omongan doang maka hasilnya akan sangat bagus".

Kami mahasiswa semuanya pada diam, dalam hati kami, "ompu Hasa ternyata sangat cerdas". 

Lebih lanjut Ompu Hasa berkata, "jadilah seperti padi, pohon jati, yang bisa menyesuaikan dengan keadaan, maksudnya adalah ketika kita berada di bawah maka sama dibawah, berada di atas jangan lupa sama yang dibawah, sebab suatu saat angin kencang (cobaan) datang bisa saja merobohkannya". 

Kami semua terheran, kok ilmunya dan pola pikir orang tua ini tinggi sekali, belajar dari mana, SD saja tidK tamat. 

Dari kisah diatas, kami mulai sadar bahwa hidup jangan banyak bicara yang tidak bernilai, cukup seperlunya, seadanya, dan jangan sombong karena ilmu yang kita dapatkan tidak ada mafaatnya jika tidak di imbangi dengan tindakan nyata, apa lagi berbicara soal masyarakat. 

Penulis : Jf Idris