Berbagai Macam Obat Tradisional Masyarakat Bima ini, Khasiatnya Luar Biasa!
Cari Berita

Advertisement

Berbagai Macam Obat Tradisional Masyarakat Bima ini, Khasiatnya Luar Biasa!

Kamis, 08 Maret 2018

Foto : Ilustrasi
Indikatorbima.com - Daerah Bima tidak hanya terkenal dengan adat istiadat, budaya, kuliner dan pariwisatanya. Namun, Daerah Bima juga sangat terkenal dengan berbagai macam obat tradisionalnya. Khasiatnya sangat ampuh mengobati berbagai penyakit. Bahkan, obat-obat tradisional masyarakat Bima masih digunakan sampai dengan hari ini, ada juga yang sudah punah/tidak digunakan lagi. Seperti dua macam obat yang berhasil dihimpun oleh Indikator Bima berikut ini : 

1. Pakombo
Lo'i (obat) pakombo merupakan salah satu dari sekian banyaknya obat tradisonal masyarakat Bima yang berbentuk cair. Bahan pembuatannya pun cukup sederhana dan mudah didapatkan seperti beras tiga macam (putih, hitam dan merah), dan rempah seperti cabai jawa, cengkeh, jahe dan juga kelapa muda.

Cara pembuatannya cukup mudah Pertama-tama haluskan rempah-rempah dan campurkan dengan air lalu saring. Selanjutnya, beras tiga macam yang sudah ditumbuk halus disangarai hingga berwarna kecoklatan. Selanjutnya campur air yang berisi rempah-rempah dan beras yang sudah disangarai, lalu masak hingga matang. Terakhir campurkan kelapa muda yang sudah diserut. Lo'i pakombo dapat diminum atau dimakan.

Lo'i pakompo memiliki khasiat sebagi obat untuk menghangatkan badan dan mengobati panas dalam. Namun, sekarang obat ini sudah jarang ditemukan di kalangan msyarakat karena banyak orang yang sudah beralih ke obat-obatan yang modern dan instan.

2. Ncuna Doro
Ncuna doro (Bawang Putih Gunung) merupakan tumbuhan obat-obatan masyarakat Bima untuk obat luar atau olesan. Pembuatannya sangat mudah, Ncuan Doro yang sudah dibersihkan kulit dan daunnya diparut hingga menutupi bagian permukaan parut. Selanjutnya pisahkan serat Ncuna Doro dari parut dan langsung dibalutkan pada luka.

Ncuna Doro bermanfaat untuk mengobati luka bakar ringan atau berat agar mempercepat proses pembentukan kulit baru. Obat ini masih dijumpai dikalangan masyarakat Bima yang hidup di daerah pegunungan saat musim hujan, reaksinya pun tergolong lebih cepat dibandingkan obat medis.

3. Praja Keta 
Praja Keta merupakan obat tradisional yang berbentuk pil, bahannya pun sederhana, yaitu beras ketan hitam dan beras biasa yang dicampur dengan air. Walaupun bahannya sederhana, tapi tidak dengan khasiatnya.

Praja Keta cocok untuk semua penyakit, baik penyakit yang berat maupun yang ringan seperti asma, kencing manis, penyakit mata, sariawan, dan lain-lain. 

Walaupun banyak khasiatnya, namun ada juga orang yang tidak percaya akan khasiat obat tradisional ini. Karena obat tradisional kebanyakan bukan hasil studi ilmu pengetahuan, dan uji laboratorium seperti obat kimia, melainkan kebiasaan turun temurun.

4. Kaleli Puru
Kaleli Puru merupakan obat tradisional yang berbentuk olesan yang digunakan untuk mengobati bisul. Bahannya cuma kaleli tidak ada bahan lain.

Cara pembuatannya cukup sederhana, yaitu kaleli dibakar sampai dalam keadaan gosong. Kemudian tunggu beberapa menit kaleli kembali dingin. Selanjutnya kaleli puru digosokkan kepada benda tertentu, misalnya piring atau parang hingga berbentuk olesan. Kemudian keleli puru tersebut di oleskan disekitar bisul. Khasiatnya dikenal mampu menyembuhkan bisul.

Namun keberadaan obat ini masih banyak yang tidak tahu, sudah jarang masyarakat Bima yang menggunakan obat tradisional ini.

Baca juga : Mengenal Buah Songga Hasil Hutan Daerah Bima, Ini Manfaatnya

Seperti yang diketahui, Obat-obat tradisional masyarakat Bima masih sangat banyak, bahkan ratusan jenisnya untuk berbagai jenis penyakit pula. Tim Indikator Bima masih akan melakukan penelitian sederhana terhadap obat-obat tradisional masyarakat Bima untuk beberapa bulan kedepan.

Berikut jenis-jenis obat yang akan diteliti oleh tim Indikator Bima :

A. Obat dalam (minuman) :
Nono Sabia, Nono Ro'o Panca, Nono Ro'o Paria, Dumu Jambu, Katobejara, Songga, Kampuja, Ro'o Kapanca, Amu Sarigi, Ro'o Kabue, Ro'o Garoso, Rope Parongge Keta, Isi Wa,e, Nono Weru, Rope Konca, Nono Tawoa, Nono Rope Haju Kadondo, Lo'i Waro, Huni.

B. Obat luar (olesan luar) :
Ro'o Nahi, Bore Sabia, Ni'u Puru, Ro'o Golka, Ro'o paramau, Nanah Sarigi, Kalubu Mada Riha, Ro'o Kapanca, Ro'o Kana'a, Ro'o Kamica, Ro'o Daru, Ro'o Salangguru, Ro'o Pate, Ro'o Garoso, Ro'o Ringi, Hiwa Ma Ngemo, Nana Tatanga, Rope Rida, Rope Kadondo, Ro'o Kawi, Katobejara/katambijawa, Huni, Ro,o Rite, Ro,o Parongge, Ro'o Loa.

Reporter : Siti Hajar
Editor      : Fuad D Fu