Banjir Bandang di Dompu, Ini Aksi Mahasiswa Rantau di Makassar
Cari Berita

Advertisement

Banjir Bandang di Dompu, Ini Aksi Mahasiswa Rantau di Makassar

Rabu, 07 Maret 2018

Foto: Suasana saat penggalangan dana mahasiswa Bima dan Dompu di Kota Makassar.
Indikatorbima.com - Menanggapi terjadinya musibah banjir bandang yang melanda beberapa desa di Kabupaten Dompu (Potu, Bali 1, Bada, Kalijawa), Senin (05/03/2018) lalu, beberapa Aliansi dan Organda Bima dan Dompu di Kota Makassar gelar aksi solidaritas penggalangan dana, Rabu (07/03/2018).

Aksi solidaritas mahasiwa Bima dan Dompu ini, mulai memadati pinggir jalan di tiap sudut lampu merah Kota Makassar sejak Pukul 17:00-21:00 WITA, untuk meminta kerelaan para pengguna jalan untuk membantu meringankan beban masyarakat Dompu. Dengan adanya kepeduliaan kemanusiaan oleh mahasiswa Bima dan Dompu di Makassar, masyarakat Kota Makassar antusias dengan memberikan sumbangan bantuan dana. 

Faizin salah satu Mahasiswa dari Stikes Megarizky menyampaikan bahwa, ini merupakan tindakan yang sangat luar biasa. "Apa yang dilakukan oleh mahasiswa yang ada di Kota Makassar ini adalah sebagai bentuk sumbangan serta rasa empati yang dimiliki oleh kita sebagai manusia. Maka dari itu,  hati nurani kita terpanggil untuk turun melakukan penggalangan dana di jalan raya ini," lanjutnya.

Sementara itu, menurut mahasiswa peserta aksi lainnya Dewi Anggriani, bahwa nilai rupiah yang di berikan kepada korban banjir memang sangat diperlukan, tapi yang terpenting adalah sesama manusia memiliki rasa kemanusiaan untuk membantu masyarakat yang sedang terkena musibah.

"Minimal kita mendoakan semoga masyarakat yang terkena musibah sekarang diberikan kesabaran," ujar Dewi Anggraini Mahasiswa STIE Wirabakti Makassar.

Dilain hal Uhwadin Kabid Humas Association Of Langgudu Students (Atlas), berharap pemerintah Dompu Nusa Tenggara Barat menanggapi dengan cepat musibah yang melanda beberapa desa di Kabupaten Dompu. 

"Semoga pemerintah cepat tanggap terkait bencana yang terjadi di Dompu, karena mengingat mereka sekarang sangat membutuhkan bantuan untuk bertahan hidup sampai kondisi wilayah mereka pasca banjir normal kembali, dan masyarakat bisa melaksanakan aktivitas seperti biasanya," tutur Ukwadin Mahasiswa asal Karampi Langudu.

Reporter : Lahfin Uma Peka 
Editor     : Subhan Forest