Bahaya! Inilah Akibat yang Ditimbulkan Longsor dan Tanah Retak Di Desa Teta
Cari Berita

Advertisement

Bahaya! Inilah Akibat yang Ditimbulkan Longsor dan Tanah Retak Di Desa Teta

Rabu, 07 Maret 2018


Foto : Salah Satu Rumah Warga Terancam Longsor
Indikatorbima.com - Bencana longsor dan tanah retak yang menimpa warga Dusun Teta 1, Desa Teta, Kecamatan Lambitu, Kabupaten Bima NTB telah mengakibatkan beberapa rumah warga retak dan puluhan rumah lainnya terancam ambruk, ratusan kuburan rusak parah, bahkan tulang maupun kain kafan mayat sudah terlihat. Selain itu potensi longsor dan tanah retak diperkirakan masih akan terus terjadi. Warga pun diselimuti oleh trauma, ketakutan dan keresahan, Rabu (07/03/18).

Berita terkait : Longsor dan Tanah Retak Menimpa Warga Desa Teta, Pemerintah Masih Diam

"Setiap saat kita selalu dihantui oleh rasa cemas, ketenangn sungguh tak ada lagi. Ya Allah lindungilah kami semua..amin," pinta Adiman salah satu warga Desa Teta pada kolom komentar Facebook melalui akun Facebooknya @Adiman 

Berikut beberapa akibat bencana longsor dan tanah retak yang menimpa warga Dusun Teta 1, Desa Teta, Kecamatan Lambitu, Kabupaten Bima, NTB : 

1. Rumah warga alami keretakan pada beberapa dinding


2. Ratusan kuburan terancam ambruk bahkan sudah mengalami keretkan yang cukup parah


3. Longsor mengancam puluhan rumah warga 


4. Tiang rumah panggung warga terpaksa diturunkan dari pondasi (pali) karena takut ambruk
 

5. Salah satu rumah warga ambruk (satu kamar)
 

6. Jalan alami keretakan 


7. Sebagian jembatan kecil ambruk 


8. Beberapa pohon tumbang 


9. Pagar runah warga alami keretakan


"Untuk di ketahui yang ada gambar kuburan itu adalah kuburan baru untuk tahun 2017 - 2018 untuk lokasi kuburan 70 puluhan kena dampaknya bahkan tulang dan kain kafan berserakan di atas tanah bahkan bersamaan dengan barang antik zaman dulu.

Baca juga : Bencana Longsor dan Tanah Retak, Mahasiswa Lambitu Angkat Bicara

"Terang Edi kepada Indikator Bima. Sampai dengan berita ini ditulis, belum ada tindak lanjut dari pemerintah yang serius dalam menangani bencana longsor dan tanah retak yang meninpa warga Desa Teta. 

Reporter   : Taufiqurrahman 
Editor       : Furkan AS