Abu Bakar Baasyir dan Pemaafan Negara
Cari Berita

Advertisement

Abu Bakar Baasyir dan Pemaafan Negara

Minggu, 04 Maret 2018

Abu Bakar Baasyir (foto : Tribunnews.com)

Indikatorbima.com - Ustadz Abu Bakar Baasyir tokoh Islam sepuh yang sangat saya hormati meski banyak hal saya tak bersetuju dengan cara dan strategi dakwahnya, beliau adalah satu dari sekian ulama yang istiqamah dengan kebenaran yang beliau yakini. Konsep nahy munkar yang sangat kental dalam dakwahnya. 

Zuhud dan wara itu sekilas yang saya lihat. Sempat lima kali berjabat dan mencium pipi dan tangannya di beberapa halaqah dan usrah saat saya masih mahasiswa. Semoga beliau masih mengingat wajah saya. Tak punya tarif saat diundang ceramah dan beliau mencukupkan untuk istirahat di rumah salah seorang santri atau yang mengundang. Tak ada Rubbicon atau wanita cantik di sekelilingnya. Beliau yang saya kenal adalah seorang ulama zuhud dan wara'. 

Mewarisi sirah gurunya allahuyarham Kyai Haji Abdullah Sungkar, ustadz Baasyir mengambil jalan berhadapan dengan penguasa atau siapapun yang dianggap melakukan kemunkaran. Banyak mendapat pengikut tapi juga tak kurang yang jengah dengan dakwahnya. 

Bagi ustadz Baayir Pemerintah adalah yang paling bertanggungjawab terhadap petaka dan kemungkaran. Hampir sebagian besar dakwah beliau adalah melawan rezim berkuasa, sejak Soeharto hingga Jokowi. Beliau tak pernah ramah dengan semua rezim yang pernah berkuasa. Baginya semua rezim adalah thaghuts yang harus dilawan dan dihancurkan. Dan itu yang membuat hampir sebagian besar hidupnya dihabiskan di bui. 

Dakwahnya hanya melawan tapi tak ada konsep yang ditawarkan. Idealis dan utophis saya menyebutnya. Beliau tak ingin ada kemungkaran dan perbuatan melawan Tuhan lainnya. Mungkin disitu menariknya. 

Pengikutnya pun berpecahan karena tak ada konsep holistik yang hendak dibangun. Jamaah Mujahidin Indonesia hingga Ansharut Tauhid. Militansi dan kepatuhan menjadi bagian yang sangat istimewa dari pergerakan yang beliau bangun. Ustadz Baasyir menjadi pengingat bagi pendakwah agar tak lembek dan hilang ghirah.

Bui yang pengap dan lembab tak memungkinkan lagi dihuni ulama tua yang sudah renta. Bahwa negara telah menganggap beliau bersalah dan makar. Saatnya kita melupakan dan negara berinisiatif memberikan pemaafan dan pembebasan. 

Sebagai bangsa yang besar saatnya kita tunjukkan kelapangan hati. Menghilangkan syu' dan curiga dan tak perlu dibawa ke ranah politik. Rekonsiliasi bisa dimulai dari hal-hal kecil. Membebaskan Ustadz Abu Bakar Baasyir salah satunya. Dengan ketulusan dan kerelaan hati saya mohon kan kepada negara dari: saya, rakyat biasa agar beliau dibebaskan dari bui.
 

Semoga Allah tabaraka wataala memberikan kita kelapangan dan kemudahan memberikan pemaafan. Teriring doa semoga beliau diberi kesehatan dan keberkahan ... .. Aamiin 

Penulis : @nurbaniyusuf (Komunitas Padhang Makhsya)