Viral! Aksi Pemuda Yang Diduga Menodai Ajaran Agama Islam Menuai Kecaman
Cari Berita

Advertisement

Viral! Aksi Pemuda Yang Diduga Menodai Ajaran Agama Islam Menuai Kecaman

Sabtu, 17 Februari 2018

Foto : Screenshot terduga pelaku pelecehan agama islam.

Indikatorbima.com - Dugaan pelecehan terhadap ajaran Agama Islam kembali terjadi. Sebuah video dengan durasi 4 menit 16 detik yang diunggah Melalui akun Facebook Muhammad Roohil Abdillah tersebut memperlihatkan adegan seorang pemuda yang hendak melaksanakan shalat. Namun, beberapa saat kemudian, alunan suara musik (diduga musik/lagu daerah Bima) mengalun yang selanjutnya diikuti oleh gerakan Takbir dan gerakan yang tidak lazim berupa goyangan, Sabtu (17/02/18).

Berdasarkan keterangan akun Muhammad Roohil Abdillah tersebut, Abel Spoetra adalah pengunggah pertama video tersebut. Akan tetapi, setelah tim reporter Indikatorbima.com melakukan pelacakan terhadap akun Abel Spoetra tersebut, ternyata sudah dinonaktifkan.

Pemuda yang belum diketahui identitasnya tersebut sontak menjadi viral di media sosial dan menuai banyak kecaman dari warganet yang geram melihat aksi pemuda tersebut.

"Ini orang gila yang gak punya Otak dan Pikiran." Tulis akun Syeh Yasir.

"Mungkin orang ini kurang mempelajari bagai mana shalat yang baik. Maka dr itu siapa yang taw alamatnya, klo ktemu KITA KASIH PELAJARAN." Tulis akun Abu Haikal Fahmi pada kolom komentar.

Perbuatan pemuda ini tentu saja memancing kemarahan warganet. Pada Maret 2013 lalu, 5 orang siswi SMA Negeri 2 Tolitoli, pernah melakukan pelecehan serupa yang kemudian dikeluarkan dari sekolah. MUI juga mengutuk keras perbuatan semacam ini dan menyebutnya sebagai perbuatan Tal-'abul ibadah (mempermainkan ajaran agama) yang tidak boleh dibiarkan.

Sebagaimana yang diketahui, Perbuatan melecehkan agama adalah salah satu perbuatan yang dapat dipidana sesuai dengan ketentuan pasal 156 KUHP yang berbunyi. "Barang siapa di muka umum menyatakan perasaan permusuhan, kebencian, atau penghinaan terhadap suatu atau beberapa golongan rakyat Indonesia, diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun atau pidana denda paling banyak Rp 4.500".

Sedangkan isi Pasal 156a KUHP adalah, "Dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya lima tahun barang siapa dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan yang bersifat permusuhan, penyalahgunaan, atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia".

Selain itu, perbuatan Pemuda tersebut dinilai sangat tidak beretika, tidak bermoral, dan tidak menghargai salah satu ajaran agama yang ada di Indonesia.

Reporter : Sirsulk
Editor      : Fuad D Fu