Rumah Ambruk Akibat Banjir, Bupati Bima Bantu Ibu Salehah
Cari Berita

Advertisement

Rumah Ambruk Akibat Banjir, Bupati Bima Bantu Ibu Salehah

Jumat, 23 Februari 2018

Foto : Kondisi puing-puing rumah ibu Salehah
Indikatorbima.com - Puing-puing rumah ibu Salehah (65) tahun istri dari almarhum bapak Abubakar warga RT 10 Desa Karumbu, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima NTB sangat memprihatinkan. Rumah beserta harta benda peninggalan suaminya ambruk dan hancur akibat bencana banjir kamis (23/02) kemarin. Ia tidak lagi memiliki tempat tinggal, Jum'at (23/02/18). 

Musibah banjir kemarin menyisakan trauma yang sangat mendalalam bagi warga Desa Karumbu khususnya ibu saleha. Akibat dari banjir tersebut, rumah ibu Salahe istri kini rata dengan tanah. Kini rumah ibu saleha hanya tinggal puing-puing bangunan yang tidak dapat dipakai kembali.

Ibu Saleha mengaku tidak tau menau bahwa rumahnya ambruk akibat banjir. Pada saat musibah banjir terjadi, ia sedang berada di kebun. Ia pun mengetahui bahwa rumahnya runtuh karena dikasih tau oleh warga lain.

"Sewaktu musibah banjir datang saya tidak berada di rumah, sekitar pukul 08.00 WITA saya sudah berangkat ke kebun, baru saya tau rumah saya roboh ketika salah satu warga menjemput saya di kebun" tuturnya kepada Indikator Bima.
Foto : Ibu Salehah memakai jilbab 
Untuk sementara ibu Saleha bersama dengan tiga orang anaknya akan tinggal menumpang di rumah saudaranya ibu Siti Saodah. Nampak beberapa orang masyarakat sekitar berkunjung dan ingin melihat langsung kondisi rumah milik ibu saleha.

Dari musibah banjir tersebut pada hari jumaat 23/2/2018 pukul 09.00 kediaman ibu Saleha dikunjungi langsung oleh Bupati Bima dan didampingi oleh pemerintah Desa Karumbu dan langsung menyerahkan bantuan uang tunai 2,6 juta kepada korban banjir Ibu Salehah.

"Saya ucapkan terimakasi kepada bupati bima yang telah mengunjungi saya dan melihat langsung keadaan rumah saya," ucap ibu Saleha.

Dalam kunjungan tersebut bupati Bima menghimbau kepada warga disekitar bantaran sungai agar tidak mendirikan bangunan di area sungai hal itu dilakukan demi keselamatan warga. Warga pun trauma dan takut setiap kali hujan datang. 

"Kami warga sekitar sungai cukup trauma dan khawatir akan ada banjir susulan yang dapat mngancam kesalamatan kami," Tutur Mawardin salah satu warga Desa Karumbu kepada Indikator Bima.

Reporter : Nahrul Faidin
Editor      : Furkan As