RAB Pasar Desa dan BUMDes Rupe Bisa Dipertanggungjawabkan
Cari Berita

Advertisement

RAB Pasar Desa dan BUMDes Rupe Bisa Dipertanggungjawabkan

Kamis, 15 Februari 2018

Foto : M. Husain, S.T.
Indikatorbima.com - M. Husain, S.T. selaku teknisi proyek pembangunan Pasar Desa dan pembangunan gedung Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang dihubungi via telepon mengungkapkan bahwa, Rencana Anggaran Belanja (RAB) Pasar Desa dan pembangunan BUMDes dapat dipertanggungjawabkan, Kamis (15/02/18).

Berita terkait : Pembangunan Pasar dan BUMdes Desa Rupe Dinilai Gagal ; Begini Klarifikasi Kades

Menurutnya, penyusunan RAB sudah sesuai prosedur yang berlaku yaitu menggunakan standar harga yang telah ditentukan dan dikeluarkan oleh Bupati Bima. Standardisasi harga tersebut adalah acuan bagi seluruh teknisi dalam menyusun dan penghitungan anggaran.

"Saya menyusun RAB untuk kedua proyek tersebut sesuai dengan standar harga yang dikeluarkan Bupati Bima. Saya punya salinan standar harga yang dikeluarkan Bupati Bima tersebut dan itu yang saya jadikan acuan, begitu juga bagi teknisi-teknisi yang lain dalam menyusun RAB." ungkap pria lulusan teknik sipil, Universitas 45 Makassar tesebut.

Dalam menentukan satuan harga, kita tidak boleh menentukan harga semau kita atau menyesuaikan dengan harga pasaran, karena itu menyalahi aturan.

"Dalam penyusunan anggaran, tidak boleh mengikuti harga pasar, karena tidak semua harga pasar setiap daerah itu sama. Jika di Langgudu harga pasaran tanah per kubik adalah Rp100.000, maka belum tentu harga pasaran tanah di Wera juga Rp100.000/kubik. Oleh karena itu, perlu adanya penyesuaian harga berdasarkan standardisasi pemerintah." terangnya..

RAB yang telah disusun dan menjadi acuan pembangunan kedua proyek tersebut disesuaikan berdasarkan besaran Anggaran Dana Desa (ADD) yang tersedia, maka untuk pembangunan Pasar Desa Rupe dengan dana Rp90 juta yang tersedia hanya mampu dilakukan penimbunan tanah dengan P 72, sekian m × L 5 m dan pemasangan paving blok sepanjang 28 m. Namun, setelah dilakukan pengukuran ulang, lebar Pasar Desa adalah 5, sekian m. Sehingga pemasangan paving blok yang seharusnya 28 m menjadi berkurang karena harus diisi pada bagian samping (lebar yang bertambah). 

"Pada pengukuran awal untuk menyusun RAB, angka yang saya ukur sesuai dengan RAB. Namun pada praktiknya, setelah dilakukan pengukuran ulang, lebar Pasar Desa bertambah beberapa sentimeter, maka penimbunan tanah bertambah dan pemasangan paving blok mengalami penyusutan beberapa meter dari yang semula direncanakan sepanjang 28 m." tuturnya menjelaskan perealisasian proyek berdasarkan rancangan. Kalau secara matematika, hitungan RAB dianggap tidak wajar, memang sudah menjadi ketentuan dalam penyusunan anggarang, persiapan dilebihkan daripada target.

"Logika persiapan pembangunan yang dipakai adalah kalau hendak berburu tupai, maka tidak ada salahnya membawa bedil sebagai persiapan, siapa tahu di jalan bertemu rusa!, saya harap anda mengerti maksud saya." tambahnya.

Untuk lebih detailnya sehubungan dengan data angka, maka bisa secara terperinci dijelaskan apabila diperlukan dan akan dijelaskan sesuai disiplin keilmuan, karena RAB sudah saya serahkan kepada pihak Desa sebagai pemilik proyek.

"Saya akan menjelaskan rinciannya sesuai dengan disiplin keilmuan yang saya miliki, apabila diperlukan. Namun apabila ada kelebihan atau kekurangan anggaran saat proyek berjalan, maka itu bukan wewenang saya karena tugas saya adalah membuat rancangan sesuai dengan disiplin keilmuan." tutupnya.

Reporter  : Nasrullah Syaf
Editor       : Fuad D Fu