Potret Kehidupan Para Pencari Rumput Laut di Dompu
Cari Berita

Advertisement

Potret Kehidupan Para Pencari Rumput Laut di Dompu

Rabu, 21 Februari 2018

Foto : Rumah tempat tinggal masyarakat pencari rumput laut di pesisir pantai Desa Hu'u, Kecamatan Hu'u, Kabupaten Dompu NTB.
Indikatorbima.com - Puluhan masyarakat pesisir Desa Hu'u, Kecamatan Hu'u, Kabupaten Dompu NTB, hampir setiap hari bekerja mencari rumput laut (Gose). Resiko dari pekerjaan mencari rumput laut di dasar laut sangatlah tinggi, nyawa taruhannya, Rabu (21/02/18).

Desa Hu'u cukup terkenal dengan kekayaan rumput lautnya, tidak heran masyarakat di daerah lain berpindah tempat ke Desa Hu'u untuk mencari rumput laut. Salah satunya bapak Sude warga Desa Sangiang, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima NTB. 

"Saya kesini sama keluarga mencari rumput laut untuk dijual. Di Daerah saya nggak ada rumput lautnya," ujar bapak Sude kepada Indikator Bima.
Foto : Perahu yang digunakan untuk mencari rumput laut.
Dengan menggunakan sampan atau perahu puluhan masyarakat pencari rumput laut berangkat pagi pulang siang kadang sore, tergantung bagaimana cuacanya hari itu. 

"Kita biasanya berangkat pagi, kalau cuacanya buruk ya nggak berangkat," tutur bapak Sude.

Harga rumput laut dinilai tidak sebanding dengan resiko pekerjaan mencari rumput laut. Dilautan lepas menggunakan sampan atau perahu dibantu oleh mesin kompresor masyarakat berjuang menyelam ke dasar laut untuk mengambil rumput laut. Setelah itu diangkat dari perahu dan dijemur untuk dikeringkan, lalu dimasukan kedalam karung kemudian di timbang. Harga rumput laut perkilonya hanya Rp. 1.400. 

"Sebenarnya harganya tidak seberapa, tidak sebanding dengan resiko, tapi bagaimana lagi," ungkap bapak Sude. 
Foto : Proses penjemuran/pengeringan rumput laut.
Bayangkan saja, mereka harus menyelam selama hampir 6 jam secara terus menerus dan bergantian satu dengan yang lain tanpa baju renang penahan dingin. Semua itu mereka lakukan untuk bertahan hidup, berpacu dengan arus di dasar laut, menahan dingin dan asinnya air laut. Salah sedikit saja ketika menyelam bisa berakibat kematian. 

Sampai dengan berita ini ditulis, Indikator Bima masih berusaha mencari sisi lain kehidupan para pencari rumput laut. Termasuk kisah perjuangan mereka untuk menyekolahkan anak-anaknya sampai ke pendidikan tinggi.

Reporter : Syarif
Editor      : Furkan As