Patut Dicontoh, Anggota DPRD ini Akrab Dengan Masyarakat dan Mahasiswa
Cari Berita

Advertisement

Patut Dicontoh, Anggota DPRD ini Akrab Dengan Masyarakat dan Mahasiswa

Jumat, 23 Februari 2018

Foto : Usai ngopi dan ngobrol bareng Nanang (Jaket merah) melakukan foto bersama dengan mahasiswa.
Indikatorbima.com - Obrolan ringan bersama seorang anggota DPRD Kab. Lumajang, JATIM Fraksi PAN menjadi sorotan tensendiri bagi mahasiswa asal Bima. Bagaimana tidak, anggota DPRD yang sudah menjabat selama 4 tahun dan berpenampilan seperti mahasiswa tersebut aktif berbagi pengalaman dan diskusi bersama beberapa mahasiswa asal Bima dengan penuh keakraban. Kesannya seperti ngobrol dengan sesama mahasiswa, Jum'at (23/02/18).

"Saya rindu suasana diskusi seperti waktu duduk di bangku kuliah. Saya berpenampila seperti ini agar kita tidak terlalu canggung dan biar suasana lebih cair." Ungkap anggota DPRD yang lebih akrab dipanggil Nanang (30) ini. 

"Banyak anggota dewan yang lebih stylish dan berpenampilan elegan, namun suasana yang tercipta malah jadi kaku dan canggung." Tambahnya.
Foto : Suasana Ngopi
Dalam diskusi santai tersebut, banyak pengalaman dan motivasi yang disampaikannya kepada mahasiswa Bima dalam hal, menjawab tantangan hidup dan idealisme.

"Gak pernah saya berpikiran untuk menjadi anggota dewan, tetapi untuk menjawab dan memajukan daerah, maka saya memilih untuk berada dalam sistem agar suara mereka yang berada di jalan dan suara mereka yang menjadi rakyat kecil dapat tersalurkan." Ungkapnya.

Baca Juga : Bima Butuh Sosok Anggota DPRD Seperti ini, Bisa Diajak Ngopi Bareng

Dalam diskusi di sebuah warkop di Kota Malang JATIM yang berlangsung selama 4 jam tersebut, Nanang juga menyinggung krisis moral pemerintah yang menjadi egois setelah terpilih menjadi anggota legislatif maupun yang terpilih menjadi kepala daerah. Menurutnya, setiap anggota DPR yang dipilih oleh rakyat harus mencintai rakyat, karena DPR akan kembali kepada rakyat, berkat suara rakyatlah ia menjadi DPR.

"DPR itu nggak boleh bikin jarak dengan rakyat, karena kita jadi itu karena rakyat, kita dipilih oleh rakyat dan kita harus kembali kepada rakyat. Jangan sombongkan diri jadi DPR. Ingat jabatan cuman 5 tahun. Kita tidak ada apa-apanya tanpa rakyat" pungkasnya.
Foto : Canda tawa bersama saat ngopi
Baginya, rakyat adalah penentu dan pengambil keputusan. Rakyat adalah pemegang kedaulatan tertinggi.

"Kalau rakyat sudah muak sama kita, kita ya nggak jadi lagi. Kalau rakyat mencintai kita maka pasti kita jadi lagi. Kita harus mencintai rakyat supaya rakyat mencintai kita," terangnya.

Sementara itu, ketika disinggung mengenai bagaimana seharusnya DPR menempatkan diri dengan mahasiswa. Ia mengatakan, bahwa DPR butuh kritikan dan saran dari mahasiswa. DPR tidak boleh anti dan benci jika di kritik, apalagi yang mengkritik itu adalah mahasiswa.

"Kita butuh mahasiswa, kita butuh pemikiran segarnya itu akan sangat membantu kita menyerap aspirasi rakyat. Semua bisa diselesaikan. Kita juga sebagai wakil rakyat jangan menutup diri sama kritikan-kritikan, karena kritikan itu pasti punya dasar," tegasnya.

Lebih lanjut Nanang memberikan apresiasi kepada mahasiswa Bima, dirinya salut dengan semangat mahasiswa Bima yang ingin segera pulang dan membangun daerahnya.

"Setelah kita banyak ngobrol juga dengan teman-teman dari bima. Saya yang ada di jawa juga apresiasi dengan adanya teman-teman yang punya semangat untuk memajukan daerah" tuturnya.

Ia pun berharap agar salah satu mahasiswa Bima ada yang menjadi DPR di Bima. Yang akan memperjuangkan suara-suara rakyat di dalam sistem.

"Saya berharap dari sekian banyaknya mahasiswa ini, adalah yang harus ada yang menjadi DPR entah nanti 2019 atau nanti 2024," harapnya.

"Generasi ini pasti ada masanya, dan masa itu pasti ada peggantinya siapa, ya mahasiswa-mahasiswa ini," tutupnya. 

Reporter : Sirsulk
Editor      : Furkan As