Milad ke 54 Tahun IMM Mendatang yang Merekatkan
Cari Berita

Advertisement

Milad ke 54 Tahun IMM Mendatang yang Merekatkan

Senin, 26 Februari 2018

Foto : Penulis
Indikatorbima.com - Momentum Milad ke 54 tahun Ikatana Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) yang akan berlangaung pada 1 Tanggal 14 Maret 2018 mendatang merupakan momen bersejarah bagi kader IMM se-antero nusantara. Sebab, sejarah menjadi pijakan dasar kader IMM untuk melihat kembali arah gerakan IMM ketika dideklarasikan 54 tahun silam tepatnya pada tanggal 14 Maret 1964. 

Momen itu bukan hanya seremoni tanpa dihayati setiap perubahan waktu yang dilewati. Namun kita semua harus sadar, IMM punya basis gerakan yang jelas. Baik basis keilmuan (akademik), basis religius (keagamaan), basis humanity (kepedulian) maupun basis kader (masa). Sehingga konsolidasi organisasi harus masif dilakukan mulai dari tingkat pusat sampai tingkat gressrut (komisariat).

Sebagai kader, tentu kesadaran akan menghayati pentingnya nilai-nilai perjuangan IMM tentu sangatlah penting. Sebab, akhir-akhir ini sudah banyak kemunduran, baik kemunduran cara berpikir, militansi (loyalitas) dan keretakan internal serta hilangnya kesadaran akan penting menjaga marwah (nama baik) organisasi.

Milad ke 54 tahun IMM sebagai ajang refleksi gerakan secara nasional. Selama ini harus disadari memang banyak kemunduran dan keretakkan di internal organisasi. Momen Milad kali ini sebagai langkah untuk amputasi semua penyakit itu. Sebab jika tidak segera diamputasi virus "keretakkan" itu menjadi virus yang mematikan semua semangat dan potensi kader.

Kita harus sadar, IMM dengan memilih nama IKATAN bukan tanpa makna (baca filosofi makna ikatan). IMM lebih memilih nama "IKATAN" daripada nama perkumpulan, himpunan, pergerakan dll. IKATAN sebagai simbol "simpul" yang kuat atas nilai_nilai persaudaraan dalan IMM (dalam bahasa agama nilai ukhwah islamiah).

Sehingga dengan ikatan yang begitu kuat kader IMM sulit diretakkan, sulit bercerai berai, sulit dikubukan oleh kepentingan oknum yang punya syahwat politik busuk untuk kepentingan praktis. Sebab kita sudah punya pondasi yang cukup tangguh yaitu simpul "IKATAN" yang disematkan dalam nama organisasi kita.

Dengan slogan fastabiqul khairat IMM tetap satu juah dalam bingkai perjuangan yang utuh sebagai pelanjut gerakan dakwah Islam dan Muhammadiyah di tengah masyarakat mahasiswa secara khusus. Apapun problem itu tentu bisa kita rangkai kembali dalam satu megnet slogan kita dalam bingkai fastabiqul khairat. 

Kesadaran akan makna filosofi IKATAN tersebut paling tidak sebagai penawar (obat) untuk menghilang skat_skat (pemisah) ego yang dipelihara untuk kepentingan pribadi bisa dihilangkan bahkan diamputasi.

Sudahi segara konflik iternal yang tidak bermutu yang akan berimplikasi buruk terhadap konsolidasi gerakan kita. Aktivis IMM zaman now bukan saatnya untuk memelihara konflik internal seperti itu. Masih banyak agenda-agenda besar bangsa ini yang perlu dikonsolidasi secara masif oleh IMM mulai dari pusat sampai komisariat.

Terlalu banyak dosa sebagai aktivis jika kita abai (masa bodoh) dengan banyaknya masalah umat dan bangsa saat ini. Ayo, derap derupkan langkah dan geleparkan panji_panji ikatan. Umat menuntut karya, bukan hanya slogan. Visi "merekatkan kebersamaan" harus menjadi visi turunan yang kita tafsirkan di internal IMM atas Milad ke 105 M/108 H Muhammadiyah tahun ini. Hemat saya, cita-cita merekatkan kebersamaan itu bisa menjadi pilihan alternatif untuk dimaknai betapa pentingnya kebersamaan itu.

IMM diinasiasi bermula dari semangat kebersamaan oleh pendahulu. Oleh sebab itu, semangat kebersamaan tidak boleh luntur begitu saja dengam menciptakan kelompok-kelompok baru dalam IMM.

Saya yakin siapapun kader IMM tentu memiliki kecintaan yang sama terhadap IMM. Namun yang berbeda adalah cara mengekspresikan cinta tersebut. Tapi paling tidak, bisa disamakan mengsekpresikan cinta tersebut dengan jalan kebersamaan agar semua seragam. Bukan menciptakan vaksi-vaksi baru dalam tubuh IMM.

Sebagai kesimpulan coretan sederhana ini. Sudahi konflik internal oleh yang berkonflik. Milad kali ini harus "merekatkan" tentu harus dimulai dari kebersamaan tanpa blok (kubu). Mari rekatkan kebersamaan! Tolak blok dan pengkubuan di IMM.

Penulis : Supratman (Ketum DPD IMM NTB).