Lestarikan Budaya Lokal, Pemuda Lambitu Rintis Komunitas Sanggar Seni
Cari Berita

Advertisement

Lestarikan Budaya Lokal, Pemuda Lambitu Rintis Komunitas Sanggar Seni

Senin, 05 Februari 2018

Usai melakukan musyawarah para perintis Komunitas Sanggar Seni Inge Ndai melakukan foto bersama.
Indikatorbima.com - Perwakilan pemuda dari 6 Desa, yaitu Desa Sambori, Desa Kaboro, Desa Kuta, Desa Londu, Desa Teta, dan Desa Kaowa di Kecamatan Lambitu, Kabupaten Bima. Merintis perkumpulan yang diberi nama Komunitas Sanggar Seni Budaya Inge Ndai, Senin (05/02/18). 

Musyawarah pembentukan komunitas yang digelar di Gazebo SMAN 1 Lambitu tersebut di dampingi langsung oleh ketua Serikat Guru Indonesia (SGI) Kabupaten Bima, bapak Ardi, M.Pd selaku senioritas pemuda Lambitu yang juga seorang guru di SMAN 1 Lambitu.

Kepada Indikator Bima, ia menyampaikan selama ini di Kecamatan Lambitu belum ada komunitas yang bergerak di bidang Kebudayaan dan kesenian, maka Komunitas Sanggar Seni Budaya Inge Ndai sangat diperlukan sebagai wadah untuk meningkatkan peran pemuda dalam hal menjaga kearifan lokal di Kecamatan Lambitu.

"Kami sengaja merangkul pemuda-pemudi yang ada di setiap Desa di Kecamatan Lambitu agar ke depan memikirkan perkembangan lambitu, karena pemudalah salah satu pewaris budaya lokal," tutur Ardi, M.Pd.

"Sanggar Seni Kecamatan belum ada maka perlunya wadah ini sebagai penggerak awal dalam melestarikan Budaya Lokal di Lambitu, apalagi Lambitu yang kaya akan budaya lokal ini harus sama sama di lestarikan lebih-lebih peran pemuda," tambahnya.

Hal senada juga disampaikan oleh salah satu pemuda Desa Kaboro Junaidin yang menyatakan, bahwa Komunitas Sanggar Seni budaya Inge Ndai tersebut hadir sebagai langkah awal untuk melestarikan budaya lokal di Kecamatan Lambitu. Dikatakan komunitas tersebut merupakan wadah bersama masyarakat Lambitu, ia pun berharap agar kehadiran komunitas tersebut dapat diterima oleh semua pihak. 

"ini merupakan wadah bersama semua masyarakat Lambitu berhak membangun dan melestarikan budaya lokal dan menjadi bagian komunitas ini," tutur Junaidin.

"Saya berharap, Sanggar seni ini di dukung oleh tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, dan berbagai elemen baik instansi pemerintah maupun masyarakat lambitu," tutupnya.

Reporter : Taufiqurrahman
Editor      : Furkan As