Lapangan Serasuba dan Taman Ria Butuh Fasilitas Penunjang Seperti ini
Cari Berita

Advertisement

Lapangan Serasuba dan Taman Ria Butuh Fasilitas Penunjang Seperti ini

Sabtu, 03 Februari 2018

Senam bersama di Lapangan Serasuba (foto : Bongkar.info)
Indikatorbima.com - Pentingnya ruang publik tertuang jelasa dalam Undang-Undang Republik Indonesia No.26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang Pasal 29 menyatakan bahwa "proporsi ruang terbuka hijau pada wilayah kota paling sedikit 30% dari luas wilayah kota dan proporsi ruang terbuka hijau publik paling sedikit 20% dari wilayah kota,".

Ruang publik dapat di artikan sebagai tempat atau ruang yang dapat diakses atau dimanfaatkan oleh warga atau masyarakat secara cuma-cuma tanpa mengambil keuntungan dan bisa digunakan masyarakat secara bersama-sama baik secara individu maupun berkelompok tanpa terkecuali. Karena adanya kebutuhan akan tempat untuk bertemu, berkomunikasi, atau hanya untuk sekedar tempat refresing bersama keluarga. ruang publik dapat berkaitan dengan sosial, ekonomi, dan budaya. 

Adapun beberapa fungsi Ruang Publik untuk masyarakat adalah :

Fungsi Utama (intrinsik) yaitu Fungsi Ekologis :

1. Memberi jaminan pengadaan RTH menjadi bagian dari sistem sirkulasi udara (paru-paru kota);
2. Pengatur iklim mikro agar sistem sirkulasi udara dan air secara alami dapat berlangsung lancar;
3. Sebagai peneduh;
4. Produsen oksigen;
5. Penyerap air hujan;
6. Penyedia habitat satwa;
7. Penyerap polutan media udara, air dan tanah, serta;
8. Penahan angin.

Fungsi tambahan (ekstrinsik) yaitu:

A. Fungsi Sosial dan Budaya :
1. Menggambarkan ekspresi budaya lokal; 
2. Merupakan media komunikasi warga kota;
3. Tempat rekreasi; wadah dan objek pendidikan, penelitian, dan pelatihan dalam mempelajari alam.

B. Fungsi Ekonomi :
1. Sumber produk yang bisa dijual, seperti tanaman bunga, buah, daun, sayur mayur; 
2. Bisa menjadi bagian dari usaha pertanian, perkebunan, kehutanan dan lain-lain.

C. Fungsi Estetika :
1. Meningkatkan kenyamanan, memperindah lingkungan kota baik dari skala mikro: halaman rumah, lingkungan permukimam, maupun makro: lansekap kota secara keseluruhan;
2. Menstimulasi kreativitas dan produktivitas warga kota;
3. Pembentuk faktor keindahan arsitektural;
4. Menciptakan suasana serasi dan seimbang antara area terbangun dan tidak terbangun.

Sementara itu, fasilitas minimal yang harus dimiliki oleh ruang publik adalah :

1. Membangun sarana pejalan kaki atau jalur pedestrian
2.  Adanya sarana komersial seperti food court (tempat makan)
3. Sarana bermain anak
4. Tempat parkir
5. WC umum
6. Ruang terbuka hijau
7. Sistem Keamanan
8. Tempat ibadah
9. Adanya tempat pembuangan sampah
10. Adanya ruang khusus merokok
Kondisi lapangan Serusuba beberapa waktu yang lalu usai digunakan untuk acara deklrasi (foto : Visioner.com)
Dengan adanya fasilitas penunjang dalam pembangunan Ruang Publik, maka akan tertata dengan baik, memenuhi kebutuhan masyarakat kota dan menjamin keamanan serta kenyamanan masyarakat penggunanya. Akan tetapi Ruang publik yang ada di Kota Bima saat ini, seperti Lapangan Serasuba dan Taman Ria masih jauh tertinggal, baik dari segi pengembangan fungsinya, maupun fasilitas penunjangnya. Masyarakat Kota Bima bisa melihat dan merasakannya sendiri. Akibatnya, Tidak jarang masyarakat harus menyeberang jalan untuk beribadah atau sekedar buang air kecil.
Kondisi Taman Ria (foto : kampungmedia.com)
Hemat kami, kedepannya Ruang Publik seperti Lapangan Serasuba dan Taman Ria benar-benar difungsikan sebagaimana mestinya. Terutama fasilitas-fasilitas penunjangnya ditingkatkan lagi.

Sumber : Kompasiana.com dan penataanruang.com

Reporter : Tim Indikatorbima.com