Krisis Moralitas Kinerja Pemerintah Kabupaten Bima
Cari Berita

Advertisement

Krisis Moralitas Kinerja Pemerintah Kabupaten Bima

Senin, 12 Februari 2018

Foto : Penulis
Indikatorbima.com - Dua tahun terkahir ini, pemerintah Kabupaten Bima semakin krisis moralitas. Semakin menjadi-jadi pula dinamika konflik saling hujat dan menjatuhkan antara yang satu dengan yang lain. Krisis Masalah kepuasan untuk berkuasa memang akan membuahkan eksperimen.

Strategi yang menghalalkan segala cara dan selalu menjadi-jadi dalam mengumbar kesalahan dan kekeliruan di antara Internal struktural pemerintahan. Masalah nazis antara sepatu dan kaki di tempat suci pun menjadi sorotan publik, padahal kondisinya tidak demikian.

Kejahatan pers sebagai pelaku utama dalam proses publikasi informasi yang di komsumsi melalui medsos, bahkan melalui status bisa memprovokasi banyak orang. Di tahun 2017 seharusnya Menjadi DILAN "Dilanda Solusi Solutif" bukan Berarti DILAN yang (Dilanda Masalah Konflik) tanpa di sadari ini tidak terlepas sudah terencanakan Menciptakan Konflik di dunia pers maupun di lapangan pemerintah sampai pihak masyarakat. 

Tidak bisa dielakkan lagi, Dinamika kepentingan politik dalam struktur pemerintah Kabupaten Bima Saat ini. Cukup menggelitik saya Sebagai Warga Kabupaten bima untuk mempunyai pandangan tersendiri.

Bagaimana mau membangun kehidupan masyarakat yang maju, kalau seandainya begini terus??? Ini berbicara antara dua kutub Utara dan Selatan yang tidak bisa bertemu dalam mebawa visi dan misi pemimpin, buka tidak layaknya yang memimpin.

Seharusnya berbanding lurus dengan integritas sebagai struktural pemerintah itu berkomitmen dalam mengemban visi dan misi tersebut, bukan menjadi oknum dalang menggali masalah. Masalah terjadi di tonton masyarakat, lantas dimana adanya moralitas pemerintah sebagai pemangku kepentingan masyarakat? Kompor masalah sa'at ini ada manusia bertopeng muka dua yang ingin berkuasa.

Siapakah itu !!! orang-orang yang tau akan tetap diam dan tutup mulut, seandainya diungkap akan timbul masalah yang lebih dahsyat untuk Kabupaten Bima sa'at ini. Pemerintah Kabupaten Bima setidaknya sadar bekerja gotong royong "Kolektif Kolegial" dalam mewujudkan harapan-harapan sewaktu kampanye depan masyarakat sebagai Kapasitas misi Bima Ramah. Semoga cepat sadar dan sembuh akal sehatnya...

Harapan untuk kawan-kawan mahasiswa seandainya ada masalah bukan hanya menjadi provokator sebagai kapasitas pemangku politik, minimal di filterisasi mana yang perlu diperjuangkan untuk masyarakat dan mana yang berbau kepentingan sepihak membawa nama masyarakat. Mahasiswa jangan terlalu banyak mengkritik tanpa solusi rill.

Penulis : M. Ikhlas Ade Putra Mantan Presiden Republik Mahasiswa Ngali (REMAN) Malang.