Krisis Identitas! Perilaku Postingan Remaja Bima di Sosial Media
Cari Berita

Advertisement

Krisis Identitas! Perilaku Postingan Remaja Bima di Sosial Media

Sabtu, 10 Februari 2018

Ilustrasi (foto : DigitalMarketer.id)
Indikatorbima.com - Kita sudah mengetahui bersama bahwa, media sosial diciptakan untuk menjalin tali silaturahmi atau menyalurkan komunikasi yang baik, memberikan dan mengirim informasi yang terpercaya dengan menghilangkan jarak, waktu, dan ruang pemisah antara satu orang dengan yang lainnya. Media sosial atau bisa dikatakan sebagai dunia maya adalah konsumsi alternatif yang mampu mempermudah segala urusan manusia, dalam hal ini adalah membagikan informasi-informasi penting yang dibutuhkan bersama, seperti lowongan pekerjaan, syarat-syarat perekrutan, materi pembelajaran, file-file kantor, dan lain sebagainya.

Seperti yang dilaporkan Tetra Pak Index 2017 dalam detik.com, mengatakan, jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai kisaran 132 juta pengguna dan diantara keseluruhan penggunanya berkisar 40% yang menggunakan media sosial atau sekitaran 106 juta pengguna, dan diantaranya 85% pengguna yang menggunakan perangkat seluler. 

Berdasarkan penelitian dari (Subrahmanyam & Greenfield, 2008) mengatakan remaja menempati proporsi paling besar pengguna komunikasi elektronik baru seperti Instant Messaging, E-mail, dan pesan teks, serta komunikasi melalui situs internet seperti Blog, jejaring sosial online, dan situs internet. Penelitian yang dilakukan oleh Subrahmansyah dan Greenfield pada tahun 2008 saat itu belum ada terlalu banyak remaja yang mengetahui tentang facebook. Dan pastinya saat ini, akan sangat banyak pengguna terkhusus remaja yang tercatat menggunakan media sosial seperti facebook.

Pengguna media sosial di Indonesia sangatlah banyak dan mampu mempengaruhi yang lain untuk menggunakanya berdasarkan prinsip kebutuhan. Dalam hal perkuliahan, untuk menghemat tenaga dalam perkuliahan pun, dianjurkan menggunakan media sosial sebagai sarana mengirim tugas-tugas perkuliahan, bahkan membentuk grup kelas di media sosial sebagai sarana pemersatu kelompok dan membagi informasi.

Manfaat media sosial dapat kita rasakan sampai saat ini, terutama bagi mereka yang bekerja maupun menjadi mahasiswa di luar daerahnya, mereka bisa menggunakan media sosial sebagai pelepas rindu dengan keluarga maupun pasanganya. Namun, dewasa ini terkadang media sosial disalah artikan dan selalu digunakan bukan berdasarkan fungsinya, mereka kebanyakan mengeluarkan cacian dan makian terhadap orang lain berdasarkan pengalaman dunia nyata, dan imbasnya semua yang terjadi di dunia nyata, sebagai contoh berbagai persoalan yang belum mampu diselesaikan di dunia nyata, akan di selesaikan di dunia maya (media sosial) walaupun dengan cara, menjelek-jelekkan yang lain, menganggap yang lain rendah dan tak beretika, melemparkan emosi lewat catatan-catatan atau yang biasa kita kenal sebagai status.

Berdasarkan penelitian dari Kusumasari (2014) di Yogyakarta terdapat 34,5% anak laki-laki yang memposting tentang kepribadian, 24,4% gaya hidup, 18,5% pendidikan, 16,0% isu-isu aktual, 2.5% bisnis, 0.8% urusan kerja dan 3.3% hal-hal lain, demikian pula anak perempuan. Kondisi ini, memberikan bukti bahwa saat ini remaja kehilangan arah untuk menggunakan media sosial yang berbau pendidikan dan pembelajaran, dan hanya memposting hal-hal yang berkaitan dengan kesombongan pribadi dan keakuan gaya hidup, hal ini bisa saya katakan sebagai sebuah penyakit krisis identitas.

Di Kota dan Kabupaten Bima khususnya, belum saya temukan yang melakukan penelitian tentang perilaku remaja terhadap media sosial. Namun dapat saya amati perilaku remaja dari status dan postinganya, khususnya di Facebook sangat melenceng dari fungsi edukasi dan pengajaran serta pemberian informasi yang bermanfaat. Konsumsi pribadi yang seharusnya hanya diketahui oleh orang-orang tertentu di umbar-umbar menjadi konsumsi sosial, sehingga dapat saya katakan sementara bahwa, mereka belum mengerti tentang yang mana konsumsi pribadi dan yang mana konsumsi sosial. Maka dari, itu sebagai saran saya untuk para remaja dan pemuda maupun mahasiswa agar selalu mengntrol diri dalam bertindak terutama dalam menerima dunia modern, terkhusus masalah Teknologi dan Informasi, gunakanlah itu sebagaimana fungsinya jangan menjadikan informasi sebagai ajang untuk saling menghujat dan mencaci, jadilah dewasa dan bijak menanggapi kemajuan zaman.

Penulis : SubComandan Ilmidin
Editor   : Fuad D Fu