Ketika Rasulullah Menyakiti Sahabatnya
Cari Berita

Advertisement

Ketika Rasulullah Menyakiti Sahabatnya

Selasa, 27 Februari 2018

Ilustrasi (foto : Umkmjogja.com)
Indikatorbima.com - Adalah Sawad bin Ghaziyah, salah seorang sahabat Anshar yang ikut dalam perang Badr. Saat persiapan perang itu Rasulullah saw membariskan semua pasukan yang hendak berangkat. Rasulullah saw memeriksa pakaian, perlengkapan senjata dan perbekalan lainnya.

Abu Ja'far al-Thabari menuturkan sebuah riwayat dari Ibn Humaid dari Salamah dari Muhammad ibn Ishaq dari Hibban ibn Wasi ibn Hibban ibn Wasi bahwa menjelang keberangkatan menuju Badar, Rasulullah saw. memeriksa barisan pasukan sambil memegang anak panah sebagai alat untuk merapikan barisan. Ketika melewati Sawad ibn Ghaziyah, Rasulullah saw melihat tubuhnya tidak dalam barisan sehingga Beliau saw menyabetnya dengan anak panah agar masuk dalam barisan. Beliau saw bersabda, "Luruskan barisanmu, hai Sawad ibn Ghaziyah!"

Karena kesakitan, Sawad berujar : "Wahai Rasulullah, Anda menyakitiku, padahal Allah mengutus-mu untuk membawa kebenaran". Rasulullah saw terkejut, spontan Beliau saw membuka pakaiannya kemudian bersabda :"Lakukan apapun yang kamu mau untuk membalas-kan sakitmu". Namun tiba-tiba Sawad mendekat. Memeluk dan mencium perut Rasulullah saw yang agung itu. Rasulullah saw bersabda: "Kenapa tak kau balaskan sakitmu? Sawad berujar: "Wahai Rasulullah, perang sudah dekat di depan mata, tak ada jaminan bahwa aku bisa selamat. Maka aku ingin memandang keindahan bagian tubuhmu untuk kali yang terakhir, menyentuh kulitmu dan memelukmu, aku berharap kebaikan dan keberkahan darimu", kemudian Rasulullah saw mendoakan kebaikan dan keberkahan atasnya".

Sore itu datang seorang karibku yang karena pekerjaan dan kesibukannya, kami jarang bertemu. Berulang dia datang ke rumahku dan gagal karena aku jarang di rumah pada saat sore. Senangnya hatiku bertemu. Dia banyak cerita tentang keluarga dan anak-anaknya yang lucu. 

Sampai saatnya aku bertanya ada perlu apakah hingga berulang mencariku selama berbulan-bulan. Dia berkata: "Selama beberapa bulan dia gelisah dan bertanya-tanya dalam hati, apa salahnya sehingga saya mengatakan sesuatu yang membuatnya tidak berkenan. Tepatnya saat saya memberi nasihat pernikahan (bukan Khutbah nikah karena dilakukan saat resepsi). Dia ingatkan "tiga kata-ku" yang membuat hatinya luka, pikirannya gelisah selama setahun. Masya Allah laquwwata illa billah.

Karibku datang dan meminta penjelasanku atas 'tiga kataku' yang membuatnya terluka. Jangan tanya kaget dan sesalku. Selama sebelas bulan dari saat aku diundang memberi nasehat pernikahan saudaranya, yang dengannya aku berharap pahala dan kebaikan ternyata telah membuat hati karibku terluka. Beruntungnya aku dia datang dan meminta penjelasanku.

Dan aku tak cukup waktu untuk memberikan penjelasan apalagi pembelaan. Saya hanya menyesal dan memohon agar diberi pemaafan. Meski sama sekali saya tidak bermaksud membuatnya luka apalagi merendahkan di depan banyak orang.

Lalu bagaimana dengan nasib ratusan 'taushiyahku' yang lain. Pun dengan tulisan dan meme yang sudah aku buat setiap hari yang dibaca ratusan mungkin ribuan orang. Yang dengan sengaja atau tidak membully bahkan memfitnah untuk sesuatu karena kebetulan berbeda cara pandang dan perspektif.

Rasulullah saw akan menjamin surga pada siapapun yang dapat menjaga apa yang ada diantara dua bibirnya dan yang ada diantara dua selangkangannya. Masya Allah .. Ya Rabb ,, ampuni aku dari jahatnya lisanku, dari jahatnya penglihatan dan pendengaranku dan dari jahatnya hati dan angan-anganku. Astaghfirullahil adhiem.... 

Penulis : @nurbaniyusuf Komunitas Padhang Makhsyar