Kepala Desa Karampi Resmi Dilaporkan ke Polres Bima Kota
Cari Berita

Advertisement

Kepala Desa Karampi Resmi Dilaporkan ke Polres Bima Kota

Rabu, 07 Februari 2018

Foto : Afriadin (kemeja putih) saat menyerahkan berkas ke Mapolres Bima Kota.
Indikatorbima.com - Kepala Desa Karampi, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima Drs. Rifdun H. Hasan resmi diadukan atau dilaporkan oleh Afriadin (28) tahun hari ini sekitar pukul 11.00 WITA kepada SPKT Malolres Bima Kota terkait dugaan tindak pidana pencemaran nama baik, Rabu (07/02/18).

Berita terkait : Dituding Mengancam dan Minta Uang, Ini Tanggapan Aktivis Pelapor Mark Up ADD

Tidak terima dengan pernyataan Kepala Desa Karampi Drs. Rifdun H. Hasan yang menyatakan dirinya pernah mengancam dan meminta uang tutup mulut, Afriadin mengadukan kepala Desa dua periode ini kepada Mapolres Bima Kota.

Menurutnya, Pernyataan kepala Desa Karampi tersebut merupakan penghinaan yang merusak nama baiknya.

"Dari semua tuduhan yang disampaikan oleh terlapor melalui media sosial itu tidak benar. Dengan adanya kejadian tersebut, saya merasa dirugikan," kata Afriadin yang dikutip dalam berkas laporannya.

Lebih lanjut, Afriadin berharap kepada publik untuk tidak menkonsumsi pernyataan kepala Desa Karampi secara mentah-mentah. Ia pun menginginkan hukum yang membuktikan siapa sebenarnya yang salah, dan siapa yang benar.

"Harapan saya supaya tidak terus menerus publik mengasumsi seperti apa yang di sampaikan oleh saudara Rifdu kepada saya kemarin dan tuduhan ini mudah-mudahan dapat di buktikan secara hukum," tuturnya kepada Indikator Bima melalui WhatsApp. 

Sementara itu, Furkan yang diketahui sebagai seorang wartawan yang dianggap mengetahui adanya dugaan tindak pidana tersebut mengaku tidak tau menau, bahwa Afriadin selaku pelapor menjadikannya sebagai saksi tunggal dalam kasus tersebut. 

"Saya taunya beberapa jam kemudian setelah Afriadin menyerahkan berkasnya kepada Polres Bima Kota," kata Furkan.

Baca juga : Dilaporkan Atas Diduga Mark Up ADD, Kades Karampi Ungkap Buruknya Perilaku Aktivis

Lebih lanjut, Furkan menyatakan bahwa profesinya sebagai wartawan memiliki dan berhak menggunakan hak tolak dalam mempertanggungjawabkan pemberitaannya dihadapan hukum. Ia pun masih berfikir, apakh dirinya akan menggunakan hak tolak yang ia miliki di hadapan hukum.

"Saya ini wartawan, yang oleh undang-undang diberikan hak untuk menggunakan hak tolak di hadapan hukum. Saya berhak untuk merahasiakan informasi tertentu," terangnya. 

"Enak sebenarnya jadi saksi itu, dapat perlindungan hukum dan lain-lain. Nantilah kita lihat gimana proses hukumnya," tutupnya.

Reporter : Fuad D Fu
Editor      : Azizu