Kades Karampi Akui Pegang Bukti Ancaman dan Permintaan uang
Cari Berita

Advertisement

Kades Karampi Akui Pegang Bukti Ancaman dan Permintaan uang

Kamis, 08 Februari 2018

Foto : Kepala Desa Karampi Drs. Rifdun H. Hasan.
Indikatorbima.com - Kepala Desa Karampi Drs. Rifdun H. Hasan, yang dilaporkan oleh aktivis pemuda asal Desa Karampi Afriadin atas dugaan Mark Up ADD mengungkapkan, bahwa dirinya memegang dan menyimpan bukti adanya acaman dari Afriadin melalui sms, Kamis (08/02/2018). 

Berita terkait : Dilaporkan Atas Diduga Mark Up ADD, Kades Karampi Ungkap Buruknya Perilaku Aktivis

Kepala Desa Karampi menyampaikan, bahwa dirinya memegang bukti kebenaran Afriadi mengancam dan meminta uang kepadanya.

"Benar ada, ada smsnya, lapor saya kemana saja itu haknya, smsnya ada, ada saksi juga yang membaca, ada ancamannya akibat saya tidak kasi uang itu," tegas Drs. Rifdun.

Menanggapi pernyataan Kepala Desa Karampi tersebut, Afriadin sepenuhnya menyerahkan urusan ini pada proses hukum yang sedang berjalan. Baginya hukum adalah tempat untuk membuktikan kebenaran.

"Ia nanti akan dibuktikan melaui hukum. Kan saya sudah lapor urusan ini ke pihak penegak hukum (mapolres bima kota) atas tudingan kades itu ke diri saya. Inikan sudah diranah hukum, nantilah proses pembuktian dan saya serahkan ini ke pihak penegakan hukum. Kan saya merasa di rugikan atas penghinaan itu," terangnya kepada Indikator Bima melalui WhatsApp. 

Baca juga : Dituding Mengancam dan Minta Uang, Ini Tanggapan Aktivis Pelapor Mark Up ADD

Bahkan Kades Karampi Drs. Rifdun mengaku, sebelum sms yang bernada mengacam itu. Ada komunikasi antara Afriadi dengan dirinya melalui telpon, bahwa Afriadin meminta uang sebanyak 8 juta.

"Sebelum sms, saya sms mau bantu satu juta setengah. Berarti anggapan saya tidak mau terima," kata kades Karampi melalui WhatsApp.

Berita terkait : Kepala Desa Karampi Resmi Dilaporkan ke Polres Bima Kota

"Silakan kades mempertahankan argumentasinya atau dalil pembenaran dirinya mengenai penghinaan terhadap diri saya. Tapi yang jelas nanti fakta hukumlah yang akan membuktikan itu semua," tegas Afriadin.

Reporter : Subhan Forest
Editor      : Furkan As